Suara Bersama

Megawati Kirim Surat Duka Tewasnya Pimpinan Iran, Tegaskan Tolak Agresi Militer

Jakarta,Suarabersama.com – Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri mengirimkan surat duka cita kepada Pemerintah Republik Islam Iran atas tewasnya Ayatullah Ali Khamenei, setelah serangan militer Israel dan Amerika Serikat ke negara tersebut.

Surat tersebut diantarkan Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP PDI-P Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, di Kedutaan Besar Iran di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Dalam suratnya, Megawati menyampaikan duka mendalam atas wafatnya pimpinan tertinggi Iran yang disebut gugur akibat serangan militer mendadak pada 28 Februari 2026. “Atas nama pribadi dan keluarga besar Bung Karno serta mewakili bangsa dan rakyat Indonesia yang mencintai perdamaian, keadilan dan kedaulatan negara merdeka, saya menyampaikan simpati dan solidaritas kami yang tulus bagi keluarga, pemerintah, dan seluruh rakyat Iran,” tulis Megawati, dalam suratnya, dikutip Kompas.com, Selasa (3/3/2026).

Dalam surat itu, Megawati juga menegaskan sikap Indonesia yang menolak agresi militer sepihak terhadap negara manapun.

“Pada kesempatan ini, saya perlu menegaskan kembali bahwa bangsa Indonesia berdiri bersama rakyat Iran dalam menolak dan mengecam keras segala bentuk agresi militer sepihak yang melanggar kedaulatan negara dan membahayakan perdamaian kawasan maupun dunia,” kata Megawati.

Megawati menekankan bahwa penyelesaian konflik harus ditempuh melalui dialog dan penghormatan terhadap hukum internasional. “Kami meyakini prinsip yang kami pegang sejak era Bung Karno hingga hari ini, yakni bahwa penyelesaian konflik harus ditempuh melalui jalan dialog, perundingan yang adil, dan penghormatan terhadap hukum internasional, bukan melalui kekerasan dan penggunaan kekuatan bersenjata,” tulis dia.

Megawati pun turut mengenang sosok Khamenei yang memimpin Iran dalam situasi sulit di tengah tekanan geopolitik, sanksi ekonomi, dan ancaman militer selama lebih dari tiga dekade.

“Dalam diri beliau kami melihat seorang ulama dan negarawan yang berupaya memadukan iman keagamaan, keadilan sosial, dan sikap anti-imperialisme dalam satu garis perjuangan yang konsisten,” tulis Megawati. Megawati juga mengenang kunjungan resminya ke Teheran pada 2004 saat menjabat Presiden RI untuk menghadiri Konferensi D-8.

“Kala itu saya berkesempatan untuk bertemu dengan Ayatullah Ali Khamenei. Saya merasakan sambutan persahabatan yang hangat serta karisma kepemimpinan yang terpancar dalam diri beliau,” tulis Megawati.

Dia berharap rakyat Iran diberi kekuatan dan persatuan untuk melewati masa sulit.

“Semoga rakyat Iran dikaruniai kekuatan, persatuan, dan kebijaksanaan untuk melewati masa-masa sulit ini, serta mampu menjaga kemerdekaan, kehormatan, martabat dan kedaulatan negerinya di tengah badai sejarah yang tengah bergelora,” pungkas dia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + six =