jakarta,Suarabersama.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua terus menunjukkan perkembangan signifikan dengan menjangkau sekitar 7.000 penerima manfaat di berbagai wilayah.
Pelaksanaan program MBG di Papua saat ini ditopang oleh 179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah aktif beroperasi.
Ia menjelaskan bahwa distribusi MBG tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga melibatkan lintas sektor untuk menjangkau kelompok rentan.
“Distribusi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dapat berjalan optimal,” katanya, Kamis (8/1/2026).
Menurut Djimmy, kehadiran program MBG menjadi instrumen penting dalam upaya menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan di Papua.
Ia menyatakan keyakinannya bahwa target penurunan stunting hingga tahun 2030 dapat dicapai apabila pelaksanaan program berlangsung konsisten dan berkelanjutan.
Djimmy juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target nasional sebanyak 25.000 penerima manfaat MBG di Papua hingga Agustus 2026.
Target tersebut, lanjut Djimmy, akan ditempuh melalui pendekatan jalur aglomerasi, wilayah 3T, serta jalur khusus.
Ia menambahkan bahwa pembiayaan untuk wilayah 3T dan jalur khusus sepenuhnya bersumber dari APBN sehingga proses implementasi dapat berjalan lebih cepat.
“Untuk wilayah 3T pendanaannya langsung melalui APBN sehingga proses lebih cepat,” ucapnya.
Kendala utama yang dihadapi berkaitan dengan pemenuhan administrasi, seperti sertifikat higienis, keamanan pangan, serta sertifikasi halal.
Secara umum, Djimmy menilai program MBG di Papua telah berjalan baik dan terus diarahkan menuju penyempurnaan layanan.
“Kami optimis semua persyaratan dapat dipenuhi sehingga pelayanan MBG semakin optimal,” ujar Djimmy menegaskan.
Sementara itu, capaian lebih besar tercatat di Papua Tengah dengan jumlah penerima manfaat MBG mencapai 46.871 orang.
Kepala Regional BGN Papua Tengah, Nalensius Situmorang, menyampaikan data tersebut melalui pesan WhatsApp pada Senin, 29 Desember 2025.
Dari total penerima manfaat di Papua Tengah, sebanyak 45.368 merupakan anak sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.
Sisanya, sebanyak 1.503 penerima, terdiri dari balita serta ibu hamil dan ibu menyusui.
Nalensius menegaskan bahwa MBG dirancang untuk memastikan pemenuhan gizi seimbang demi mendukung pertumbuhan dan kesehatan kelompok sasaran.
“Program MBG mendukung kebutuhan gizi anak dan kelompok rentan secara optimal,” ucapnya.***



