Suara Bersama

Lonjakan Wisata Nataru, Kunjungan ke Malioboro Tembus Satu Juta Orang

Yogyakarta, suarabersama.com – Kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, kembali menjadi magnet utama wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Cagar Budaya Kota Yogyakarta mencatat jumlah kunjungan wisatawan di kawasan tersebut telah melampaui angka satu juta orang, meningkat tajam dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala UPT Pengelolaan Cagar Budaya Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraini, menyebut lonjakan kunjungan tahun ini diperkirakan mencapai tiga kali lipat dibandingkan data tahun lalu. Berdasarkan pemantauan hingga 26 Desember 2025, rata-rata kunjungan harian di Malioboro berada pada kisaran 80.000 hingga 100.000 orang. “Dari data kunjungan Teras Malioboro, rata-rata per hari sekitar 15.000 pengunjung. Jika diasumsikan itu mewakili 10–20 persen dari total kunjungan, maka jumlah wisatawan di seluruh kawasan Malioboro bisa mencapai 80.000 sampai 100.000 orang per hari dan angkanya relatif stabil,” ujar Fitria, Selasa (30/12/2025). Ia menjelaskan, perhitungan jumlah wisatawan dilakukan menggunakan pendekatan estimasi. Hal ini disebabkan banyaknya akses masuk menuju kawasan Malioboro yang menyulitkan penghitungan secara pasti dari satu titik tertentu.

UPT Pengelolaan Cagar Budaya menggunakan asumsi bahwa kunjungan ke Teras Malioboro Bekalan dan Ketandan mencakup sekitar 20 persen dari total kunjungan wisatawan. Sejak 19 Desember 2025, dua lokasi tersebut mencatat sekitar 15.000 hingga 18.000 kunjungan per hari, sehingga total kunjungan di seluruh kawasan diperkirakan berada pada rentang 80.000 hingga 100.000 orang setiap harinya. Menurut Fitria, puncak kepadatan pengunjung terjadi pada Sabtu (27/12/2025). Ia juga memperkirakan akan terjadi peningkatan kembali pada malam pergantian tahun, meski tidak setinggi puncak sebelumnya. Setelah 31 Desember, jumlah wisatawan diprediksi berangsur menurun dan kembali normal pada awal Januari 2026. “Jika dihitung sampai akhir masa libur Nataru, total kunjungan bisa mencapai sekitar 1,4 hingga 1,5 juta orang. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu yang berdasarkan data BPS berada di kisaran 500.000 kunjungan,” jelasnya.

Fitria menilai ada beberapa faktor yang mendorong lonjakan wisatawan ke Malioboro dan Kota Yogyakarta. Salah satunya adalah kondisi cuaca dan potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah lain, yang membuat wisatawan memilih Yogyakarta sebagai tujuan alternatif. Selain itu, kemudahan akses dari berbagai wilayah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat berkat jaringan tol turut mendongkrak jumlah kunjungan. “Citra Yogyakarta sebagai kota yang ramah, nyaman, dan terjangkau juga masih menjadi daya tarik utama bagi wisatawan,” pungkasnya. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 6 =