Suara Bersama

Larangan Impor Balpres Ilegal Dinilai Jadi Peluang Kebangkitan Clothing Lokal

Jakarta, suarabersama.com – Langkah pemerintah menutup jalur impor pakaian bekas ilegal atau balpres ilegal mendapat dukungan dari pelaku industri kreatif. CEO Sinergi ADV Nusantara, Prama Tirta Leksana, menilai kebijakan tersebut menjadi momentum penting bagi merek pakaian lokal untuk kembali menguasai pasar dalam negeri. Menurut Prama, pembatasan produk impor ilegal memberi ruang lebih besar bagi UMKM fesyen untuk tumbuh. Ia juga mengapresiasi penindakan hukum yang dilakukan aparat di berbagai daerah, termasuk Bali, terhadap peredaran pakaian bekas ilegal.

Selain itu, Prama menyambut positif wacana pendirian BUMN khusus sektor tekstil. Ia berharap langkah tersebut bisa memperkuat rantai industri dan mendorong UMKM naik kelas. Sebagai pengusaha tekstil, ia menilai sektor ini punya peran strategis karena berkaitan langsung dengan penciptaan lapangan kerja.

Prama menyebut ada tiga kunci agar industri lokal semakin maju: regulasi yang melindungi, penegakan hukum yang konsisten, serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri. Untuk mendorong kampanye tersebut, ia menggandeng kelompok podcaster Grind Boys yang dikenal di kalangan anak muda. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas gaung dukungan terhadap produk lokal, mengingat para personelnya juga memiliki lini usaha fesyen sendiri.

Gofar Hilman, salah satu anggota Grind Boys, menyatakan pihaknya siap mendukung UMKM melalui berbagai kolaborasi. Ia mengungkapkan sejumlah rilisan bersama direncanakan hadir dalam waktu dekat sebagai bentuk dukungan nyata bagi industri tekstil lokal. Dukungan dari pelaku industri dan figur publik ini diharapkan dapat memperkuat gerakan mencintai produk dalam negeri di tengah upaya pemerintah menertibkan impor ilegal. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × four =