Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendapat apresiasi dari Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, atas tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerjanya selama tahun pertama menjabat sebagai presiden.
Pujian tersebut disampaikan Presiden Lee dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 yang digelar di Gyeongju, Korea Selatan, pada Sabtu waktu setempat.
“Saya mendengar bahwa setelah satu tahun menjabat, Anda telah bekerja dengan sangat baik hingga tingkat kepercayaan publik mencapai lebih dari 80 persen. Ini adalah angka yang luar biasa. Saya ucapkan selamat kepada Anda,”nujar Lee, menurut keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Presiden Lee menilai bahwa capaian tersebut mencerminkan kepercayaan kuat rakyat Indonesia terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo. Ia menambahkan, hal itu menjadi bukti nyata efektivitas kebijakan pemerintahan Indonesia dalam menjaga stabilitas nasional dan arah pembangunan yang konsisten.
Selain menyampaikan apresiasi, Presiden Lee juga mengungkapkan harapannya agar kerja sama antara Korea Selatan dan Indonesia yang telah mencakup berbagai sektor dapat semakin diperkuat di masa mendatang.
“Republik Korea dan Indonesia telah membangun kerja sama di banyak sektor—mulai dari ekonomi, perdagangan, investasi, hingga pertahanan dan keamanan. Saya berharap hubungan ini akan terus berkembang,” kata Presiden Lee.
Sementara itu, Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih atas penghargaan dan pujian yang diberikan oleh Presiden Lee. Ia menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk terus memperkuat hubungan bilateral dengan Korea Selatan yang telah terjalin erat selama ini.
“Korea Selatan merupakan mitra yang sangat penting bagi kami dalam kerja sama ekonomi, dan secara keseluruhan hubungan antara pemerintah kita juga berjalan dengan sangat baik di bidang pertahanan,” kata Presiden Prabowo.
KTT APEC 2025 diselenggarakan di Korea Selatan pada 31 Oktober–1 November 2025, dan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam forum tersebut, Indonesia membawa sejumlah isu utama seperti digitalisasi inklusif, pemberdayaan UMKM, serta pengembangan kecerdasan artifisial (AI) yang berpusat pada manusia.
Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum ekonomi terbesar di kawasan ini memiliki arti strategis, mengingat APEC mewakili sekitar 60 persen produk domestik bruto (PDB) dunia dan lebih dari sepertiga populasi global. (*)



