Suara Bersama

KSAL Pastikan 23 Marinir Jadi Korban Longsor di Cisarua Bandung Barat

Jakarta, Suarabersama.com – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan sebanyak 23 personel Marinir menjadi korban dalam peristiwa tanah longsor yang terjadi di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

“Terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun, longsor. Saat ini sudah diketemukan baru 4 personel dalam kondisi meninggal dunia dan yang lainnya belum ditemukan,” kata Ali saat ditemui awak media di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin.

Ali menjelaskan, para prajurit Marinir tersebut berada di lokasi untuk melaksanakan latihan sebagai bagian dari persiapan penugasan pengamanan wilayah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.

Ia menambahkan, saat kegiatan latihan berlangsung, kawasan tersebut diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi selama dua hari berturut-turut.

“Mungkin itu yang mengakibatkan terjadinya longsor, dan itu menimpa penduduk satu desa dan kebetulan ada prajurit kita yang sedang berlatih di sana,” kata Ali.

Lebih lanjut, Ali menyampaikan hingga saat ini jajaran TNI Angkatan Laut masih terus melakukan upaya pencarian terhadap prajurit Marinir lainnya yang diduga menjadi korban longsor di lokasi kejadian.

Untuk mempercepat proses evakuasi, TNI AL telah mengerahkan sejumlah alat berat serta dukungan teknologi berupa drone guna memaksimalkan pencarian di area terdampak.

Sebagai langkah penanganan bencana, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana melalui Surat Keputusan Nomor 100.3.3.2/Kep.25-BPBD/2026 yang berlaku mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026.

Sementara itu, tim SAR gabungan yang melibatkan BPBD, Basarnas, TNI-Polri, Dinas Sosial, Tagana, serta unsur terkait lainnya terus melanjutkan pencarian korban yang masih hilang sekaligus melakukan penanganan dampak bencana di wilayah tersebut. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + four =