Suara Bersama

Komdigi Respons Ancaman Siber Global dengan Penguatan SDM Digital

Jakarta, Suarabersama.com – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan ganda di bidang keamanan siber dan artificial intelligence (AI). Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program pelatihan serta penguatan talenta digital yang dirancang secara terintegrasi.

Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria menyampaikan bahwa pengembangan talenta difokuskan dalam satu skema khusus bernama AI Talent Factory. “Kita memperkuat pengembangan talenta yang lebih terfokus dalam satu program yang kita sebut AI Talent Factory. Saat ini bekerja sama dengan Universitas Brawijaya, menyusul ITS dan UGM, serta sejumlah kampus lain,” kata Nezar Patria dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu 1/2.

Selain AI Talent Factory, Komdigi juga menyelenggarakan berbagai program pelatihan melalui balai-balai pengembangan SDM digital serta Digital Talent Scholarship. Dalam program tersebut, modul keamanan siber dan AI menjadi bagian penting untuk meningkatkan kapasitas peserta menghadapi tantangan digital.

Pemerintah turut menyiapkan skema khusus penguatan talenta berbasis AI Talent Factory sebagai respons atas meningkatnya ancaman digital yang semakin personal dan masif. Nezar menegaskan bahwa langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menjaga keamanan ruang digital.

Ia menambahkan, “Kemkomdigi merespons secara aktif perkembangan keamanan siber dari tingkat global hingga nasional dengan menyiapkan talenta melalui pelatihan-pelatihan,” katanya.

Menanggapi pergeseran pola ancaman akibat pemanfaatan AI secara tidak bertanggung jawab, Nezar mengakui bahwa laju serangan siber kini berkembang jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan pertahanan, baik pada sistem lembaga maupun perangkat pribadi masyarakat. “Perkembangan kemampuan serangan itu skalanya jauh lebih besar ketimbang kemampuan untuk bertahan. Ini cukup mengkhawatirkan,” katanya.

Dalam konteks perlindungan publik, pemerintah menilai peningkatan kesadaran keamanan digital menjadi faktor krusial. Masyarakat diimbau untuk menerapkan praktik keamanan dasar dalam penggunaan perangkat digital.

Nezar pun mengingatkan pentingnya penggunaan kata sandi yang kuat serta pengaktifan sistem perlindungan berlapis. “Kita menyebarkan awareness agar publik paham menggunakan gadget secara aman, memakai password yang lebih kompleks, multi-factor authentication, bahkan kunci fisik yang sudah mulai dipakai sejumlah platform,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong para pengembang platform digital agar menerapkan pendekatan security by design. Aspek keamanan dinilai harus menjadi bagian dari proses perancangan sejak tahap awal pengembangan sistem.

“Sejak awal mereka harus melakukan review terhadap ketahanan siber dan comply dengan standar-standar baru di tengah dinamika AI yang sangat cepat,” tegasnya. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − eight =