Mengacu pada laporan Al Jazeera, Presiden Dewan HAM PBB, Sidharto Reza Suryodipuro, menyampaikan bahwa forum debat tersebut akan berlangsung pada Jumat, 27 Maret. Agenda utama yang diangkat adalah perlindungan anak-anak serta institusi pendidikan dalam situasi konflik bersenjata internasional.
Debat darurat ini diajukan atas permintaan bersama oleh pemerintah Iran, China, dan Cuba, menyusul insiden pada hari pertama serangan yang dilaporkan menargetkan sebuah sekolah dasar putri di wilayah Minab, Teheran.
Dalam laporan yang beredar, serangan tersebut disebut mengakibatkan korban jiwa yang signifikan, termasuk 168 anak berusia antara 7 hingga 12 tahun, serta puluhan korban luka lainnya. Insiden ini memicu kecaman luas dari berbagai pihak internasional dan menimbulkan kekhawatiran serius terkait keselamatan warga sipil dalam konflik bersenjata.
Diplomat Iran, Somayeh Karimdoost, dalam pernyataannya di hadapan dewan menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia internasional. Ia mendesak komunitas global untuk mengambil langkah konkret guna memastikan akuntabilitas serta mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Debat darurat ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat internasional untuk memperkuat komitmen dalam melindungi kelompok rentan, terutama anak-anak, serta menjaga netralitas fasilitas pendidikan dari dampak konflik bersenjata.