Jakarta – Dalam pidatonya pada Bloomberg New Economy Forum di Singapura, Jumat (21/11/2025), Presiden ke-7 RI Joko Widodo menyoroti pesatnya perkembangan ekonomi berbasis teknologi di kawasan Asia Tenggara.
Ia menekankan bahwa kemunculan perusahaan rintisan bernilai lebih dari 1 miliar dollar AS, atau unicorn, kini tidak lagi hanya terpusat di Silicon Valley atau Shenzhen, melainkan berpeluang besar lahir dari berbagai kota di Asia Tenggara.
“Asia Tenggara bukan lagi sekadar pasar. Asia Tenggara sedang menjadi kekuatan global. Unicorn berikutnya mungkin bukan berasal dari Silicon Valley atau Shenzhen. Ia mungkin berasal dari Jakarta, Singapura, Bangkok, Kuala Lumpur, Manila, atau Hanoi,” kata Jokowi dalam sambutannya yang ditayangkan melalui YouTube Bloomberg New Economy Forum.
Menurut Jokowi, peluang itu semakin nyata karena negara-negara di Asia Tenggara memiliki populasi muda yang besar. Jutaan anak muda di kawasan ini aktif membangun perusahaan rintisan.
“Itulah sebabnya ini bukan hanya kisah Indonesia, tetapi juga kisah Asia Tenggara. Di seluruh kawasan, jutaan anak muda membangun perusahaan rintisan. Jutaan usaha kecil beralih ke daring. Unicorn-unicorn baru bermunculan,” ucap Jokowi.
Ia juga menegaskan bahwa capaian hari ini menunjukkan bahwa perubahan besar hanya dapat diraih melalui keberanian, kerja keras, dan keyakinan yang kuat.
Indonesia sendiri, lanjut Jokowi, masih berada dalam proses transformasi yang berkelanjutan. Pemerintah terus mendorong pembangunan yang didasari fondasi kuat, inovasi baru, serta kemitraan global. Karena itu,
ia optimistis bahwa Indonesia bersama negara-negara Asia Tenggara akan terus berkembang dan mengambil posisi signifikan di era ekonomi modern.
Dalam menghadapi ekonomi baru, Jokowi menekankan pentingnya kerja sama. Ia menyebut bahwa keberhasilan ekonomi cerdas akan sangat ditentukan oleh kolaborasi antara pemerintah, sektor bisnis, dan masyarakat.
“Dan saya percaya bahwa dalam ekonomi baru ini, negara, perusahaan, dan masyarakat yang dapat mengintegrasikan kecerdasan ke dalam tata kelola, industri tata kelola, dan sistem sosial akan tumbuh lebih baik dan lebih cepat,” kata Jokowi. (*)



