Suara Bersama

Jawab Kritik Kunjungan ke Luar Negeri Tinggi, Prabowo: Bukan Wisata!

Jakarta, suarabersama.com – Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik terkait tingginya frekuensi kunjungan luar negeri yang dilakukannya sejak menjabat. Ia menegaskan agenda tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi diplomasi ekonomi.

Dalam pernyataan melalui kanal resminya, Prabowo menyebut setiap kunjungan memiliki tujuan konkret, terutama untuk membuka akses pasar dan melindungi sektor industri dalam negeri. Ia menilai kehadiran langsung kepala negara kerap menjadi kunci dalam menyelesaikan kebuntuan negosiasi perdagangan.

Prabowo mencontohkan keberhasilan Indonesia memperoleh akses pasar ke kawasan Uni Eropa dan Kanada, yang berdampak pada penurunan tarif ekspor produk seperti tekstil dan alas kaki hingga nol persen.

Menurutnya, tanpa intervensi langsung di level pimpinan, industri nasional berpotensi menghadapi tekanan besar akibat hambatan perdagangan global.

Sejak menjabat, Prabowo tercatat telah menghadiri sejumlah forum internasional dan melakukan puluhan kunjungan ke berbagai negara. Intensitas ini dinilai lebih tinggi dibanding awal masa kepemimpinan presiden sebelumnya.

Ia menilai langkah tersebut penting untuk memperkuat posisi tawar Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat. “Kekuatan ekonomi menentukan kedaulatan. Jika ekonomi kuat, kita tidak mudah ditekan,” ujarnya.

Selain kepentingan ekonomi, Prabowo juga menekankan pentingnya kehadiran Indonesia dalam forum internasional sebagai bagian dari etika diplomasi dan upaya menjaga stabilitas global.

Sejumlah pengamat melihat pendekatan ini sebagai upaya Indonesia memperkuat peran sebagai kekuatan menengah di tengah dinamika geopolitik dunia yang terus berubah. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − four =