Jakarta, Suarabersama.com – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan bahwa jati diri prajurit TNI tidak terpisahkan dari perannya sebagai tentara rakyat yang selalu hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Sebagai prajurit TNI, yang pertama harus dipahami adalah kalian merupakan tentara rakyat. Kalian berada di tengah-tengah rakyat dan harus mampu memberikan manfaat bagi rakyat yang masih mengalami kesulitan,” ujar Menhan saat melaksanakan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 877/Biinmaffo di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Jumat, sebagaimana keterangan yang diterima di Denpasar.
Dalam arahannya, Menhan RI juga mengingatkan bahwa seluruh perlengkapan serta kesejahteraan yang dinikmati prajurit bersumber dari rakyat Indonesia. Oleh karena itu, seluruh fasilitas tersebut merupakan amanah untuk menjaga kemerdekaan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kalian sebagai prajurit muda diberi tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan terdahulu. Kalian adalah prajurit pejuang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Menhan RI menekankan pentingnya setiap prajurit TNI untuk senantiasa menjadikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai pedoman utama dalam menjalankan tugas.
Profesionalisme, kesiapsiagaan tempur, dan penguasaan kemampuan dasar keprajuritan ditegaskan sebagai hal yang tidak bisa ditawar, khususnya bagi prajurit yang bertugas di wilayah perbatasan negara.
“Kalian dibekali kemampuan menembak, patroli, dan bela diri untuk menjaga kedaulatan negara serta melindungi rakyat dari segala bentuk ancaman, baik dari luar maupun dari dalam,” katanya.
Menhan RI juga berpesan agar seluruh prajurit Yonif TP 877/Biinmaffo senantiasa menjaga profesionalisme, semangat juang, soliditas, disiplin, serta loyalitas kepada negara, pimpinan, dan rekan sesama prajurit.
“Jadilah prajurit muda yang kompak, disiplin, dan bergembira. Loyal kepada negara, setia pada tugas dan komando, serta saling menjaga satu sama lain. Inilah wujud kehormatan dan ketaatan kita sebagai tentara,” pungkas Menhan.
Dalam kunjungan tersebut, Menhan RI didampingi Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto.
Kunjungan kerja itu juga dihadiri Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI M. Saleh Mustafa, Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan RI Letjen TNI Rui F.G.P. Duarte, serta jajaran staf Kementerian Pertahanan RI. Kehadiran rombongan disambut oleh Forkopimda setempat dan Danbrigif 21/Komodo.
Menhan RI beserta rombongan tiba di Kabupaten TTU menggunakan helikopter dan mendarat di Lapangan Oemanu, Kantor Bupati TTU. Setibanya di lokasi, rombongan menerima sambutan adat berupa sapaan kehormatan dan Tarian Bidu khas Nusa Tenggara Timur sebagai simbol kearifan lokal dan penghormatan masyarakat setempat.
Agenda kunjungan kemudian dilanjutkan ke Markas Yonif TP 877/Biinmaffo. Di satuan tersebut, Menhan RI menerima paparan singkat mengenai profil dan kesiapan satuan yang disampaikan langsung oleh Komandan Yonif TP 877/Biinmaffo.
Usai menerima paparan, Menhan RI bersama rombongan melakukan pengecekan kesiapan dapur serta kualitas makanan prajurit sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan personel. Kegiatan selanjutnya diisi dengan pengarahan langsung kepada seluruh prajurit Yonif TP 877/Biinmaffo.
Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman menyampaikan bahwa kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI ke Yonif TP 877/Biinmaffo merupakan wujud nyata perhatian dan komitmen pemerintah dalam memperkuat kesiapan satuan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia prajurit TNI, khususnya di wilayah perbatasan.
“Kunjungan Menhan RI tidak hanya untuk meninjau kesiapan satuan, tetapi juga memastikan aspek kesejahteraan prajurit, mulai dari sarana pendukung hingga pemenuhan kebutuhan dasar. Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi prajurit Yonif TP 877/Biinmaffo dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Kapendam. (*)



