Jakarta, Suarabersama.com – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, menyampaikan respons tegas terhadap munculnya wacana pemakzulan atau impeachment terhadap Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya sempat disampaikan oleh pengamat politik Saiful Mujani. Ia menilai wacana tersebut terlalu dini dan berpotensi menimbulkan kegaduhan politik yang tidak memberikan manfaat bagi stabilitas nasional yang saat ini sedang diupayakan.
Habib Syakur menekankan bahwa Presiden Prabowo merupakan kepala negara yang dipilih secara sah melalui proses demokrasi yang konstitusional. Karena itu, menurutnya seluruh elemen bangsa semestinya menghormati hasil demokrasi tersebut serta memberikan dukungan kepada pemerintah agar dapat menjalankan mandat rakyat hingga akhir masa jabatan.
“Narasi impeachment yang digulirkan oleh Saudara Saiful Mujani itu sangat tidak berdasar dan hanya memicu perpecahan. Kita harus dewasa dalam berpolitik. Presiden Prabowo memegang mandat rakyat, dan tugas kita adalah memastikan mandat itu berjalan sukses demi kesejahteraan rakyat, bukan malah menjatuhkannya di tengah jalan dengan narasi yang provokatif,” tegas Habib Syakur, Minggu (5/4).
Meski menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo hingga masa jabatan berakhir, aktivis demokrasi yang berasal dari Malang Raya tersebut juga menegaskan bahwa masyarakat tetap memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Ia menilai dukungan kepada pemerintah tidak boleh diartikan sebagai sikap menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang mungkin muncul dalam kebijakan publik.
“Mendukung bukan berarti memuja-muji tanpa celah. Kami di GNK dan seluruh elemen masyarakat akan tetap pasang mata dan telinga. Jika dalam tata kelola pemerintahan, kebijakan energi, atau kebijakan publik lainnya ditemukan ada yang kurang tepat atau bahkan salah, kami akan menjadi yang terdepan untuk memberikan kritik yang membangun,” imbuhnya.
Ia menambahkan bahwa kritik yang bersifat konstruktif merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi agar kebijakan pemerintah tetap berada pada jalur yang benar serta sesuai dengan cita-cita proklamasi bangsa.
Habib Syakur juga mengajak para tokoh nasional, pengamat politik, serta masyarakat luas untuk lebih memprioritaskan penguatan persatuan bangsa dibandingkan terjebak dalam polemik politik yang justru dapat merugikan kepentingan negara.
Menurutnya, tantangan global maupun domestik yang akan dihadapi Indonesia ke depan tidaklah ringan. Karena itu, stabilitas politik sangat dibutuhkan agar pemerintah dapat menjalankan program pembangunan secara optimal.
“Mari kita beri kesempatan Presiden Prabowo bekerja untuk rakyat. Jangan diganggu dengan isu-isu yang kontraproduktif. Kritiklah kebijakannya jika salah, beri saran jika kurang, tapi jangan berniat merusak tatanan konstitusi kita. Kita kawal kepemimpinan beliau sampai tuntas demi Indonesia yang lebih kuat,” pungkas Habib Syakur. (*)



