Jakarta,Suarabersama.com – Pemerintah Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk tetap bersikap netral dan tidak berpihak kepada pihak mana pun dalam menyikapi dinamika hubungan antara Republik Bolivarian Venezuela dan Amerika Serikat. Sikap tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, serta berlandaskan pada kepatuhan terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah Indonesia memandang bahwa setiap perbedaan dan ketegangan antarnegara harus diselesaikan melalui dialog, diplomasi, dan mekanisme multilateral, dengan tetap menghormati kedaulatan, integritas wilayah, serta kemerdekaan politik masing-masing negara. Prinsip-prinsip tersebut merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan perdamaian internasional.
Netralitas sebagai Bagian dari Komitmen Perdamaian Dunia
Sebagai negara yang aktif dalam berbagai forum internasional, Indonesia secara konsisten menolak segala bentuk intervensi yang bertentangan dengan hukum internasional. Sikap netral yang diambil Indonesia bukan merupakan posisi pasif, melainkan bentuk tanggung jawab untuk mendorong terciptanya penyelesaian damai serta mencegah eskalasi konflik yang dapat berdampak luas terhadap keamanan regional dan global.
Pemerintah Indonesia juga menyerukan kepada seluruh pihak terkait untuk menahan diri dan mengedepankan langkah-langkah konstruktif yang mengedepankan kepentingan kemanusiaan serta stabilitas internasional.
Menjunjung Tinggi Hukum Internasional dan Prinsip PBB
Indonesia menegaskan bahwa hukum internasional dan Piagam PBB harus menjadi rujukan utama dalam menyikapi setiap konflik antarnegara. Prinsip non-intervensi, penghormatan terhadap kedaulatan, serta penyelesaian sengketa secara damai merupakan norma internasional yang wajib dihormati oleh seluruh negara anggota PBB tanpa pengecualian.
Kepatuhan terhadap hukum internasional dipandang sebagai elemen penting dalam menjaga tatanan dunia yang adil, setara, dan berbasis aturan (rules-based international order). Oleh karena itu, Indonesia terus mendorong penguatan peran PBB sebagai forum utama dalam mengelola dan menyelesaikan berbagai tantangan global.
Peran Aktif Indonesia dalam Diplomasi Multilateral
Dalam kapasitasnya sebagai anggota komunitas internasional, Indonesia akan terus berkontribusi secara aktif melalui diplomasi multilateral, termasuk dalam mendorong dialog yang inklusif dan konstruktif. Indonesia meyakini bahwa kerja sama internasional yang dilandasi saling menghormati dan kepatuhan terhadap hukum merupakan kunci untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan.
Pemerintah Indonesia juga menekankan pentingnya perlindungan warga sipil serta penghormatan terhadap hukum humaniter internasional dalam setiap situasi konflik.
Komitmen Berkelanjutan
Ke depan, Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi internasional secara cermat dan mengambil langkah-langkah diplomatik yang diperlukan sesuai dengan kepentingan nasional serta komitmen terhadap perdamaian dunia.
Melalui sikap yang netral, berimbang, dan berprinsip, Indonesia menegaskan posisinya sebagai negara yang konsisten menjunjung tinggi hukum internasional, kedaulatan negara, dan peran sentral PBB dalam menjaga ketertiban dunia.



