Jakarta, suarabersama.com – Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan alasan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian Dunia atau Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurutnya, keanggotaan Indonesia bertujuan memastikan arah kebijakan lembaga tersebut tetap sejalan dengan perjuangan kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara.
Sugiono menyebut kehadiran Indonesia penting untuk memberi masukan sekaligus pengaruh politik agar langkah-langkah yang diambil Dewan Perdamaian bersifat nyata dan berkelanjutan. Ia menilai pembentukan BoP menjadi langkah konkret setelah berbagai upaya diplomasi selama ini dinilai belum menghasilkan terobosan signifikan. Sejak awal, kata dia, Indonesia konsisten menyuarakan pentingnya perdamaian Palestina. Karena proses pembentukan dewan berlangsung cepat, Presiden Prabowo Subianto memutuskan Indonesia perlu terlibat langsung agar bisa ikut dalam pengambilan keputusan strategis.
Sugiono menjelaskan, Dewan Perdamaian Dunia memiliki mandat memantau proses stabilisasi serta rehabilitasi pascakonflik, khususnya di Gaza dan wilayah Palestina. Dibanding sekadar pernyataan politik atau kecaman, menurutnya, mekanisme yang ditawarkan BoP dinilai lebih operasional dan memberi harapan realistis bagi proses perdamaian.
Meski demikian, ia menegaskan lembaga tersebut tidak dibentuk untuk menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). BoP disebut sebagai inisiatif tambahan dari sejumlah negara yang memiliki kepedulian terhadap stabilitas kawasan dan masa depan Palestina. Melalui keanggotaannya, Indonesia ingin memastikan setiap kebijakan dan program yang dijalankan tetap berpijak pada prinsip keadilan internasional serta mengarah pada kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara sebagai jalan keluar jangka panjang konflik. (kls)



