Suara Bersama

Ekonomi Global Tak Menentu, Indonesia Diprediksi Tetap Tumbuh di Atas 5 Persen pada 2026

Jakarta, suarabersama.com – Perekonomian dunia sepanjang 2025 berada dalam fase ketidakpastian tinggi, bahkan disebut sebagai yang paling kompleks dalam dua dekade terakhir. Berbagai tekanan global tersebut turut memengaruhi banyak negara, termasuk Indonesia. Meski demikian, prospek ekonomi nasional dinilai masih cukup solid dan berpeluang tumbuh lebih baik pada 2026.

Pengamat ekonomi Adrian menyebut tingkat ketidakpastian global pada 2025 mencapai titik tertinggi, berdasarkan sejumlah indikator internasional seperti Global Economic Policy Uncertainty Index dan World Uncertainty Index. Kondisi ini, kata dia, tak terlepas dari rangkaian krisis yang terjadi dalam waktu panjang. “Ketidakpastian ini merupakan akumulasi dari berbagai peristiwa besar, mulai krisis keuangan global 2008, krisis kawasan Eropa, Brexit, pandemi COVID-19, hingga konflik geopolitik dan perang dagang yang masih berlangsung,” ujar Adrian, dikutip Minggu (11/1/2025).

Menurutnya, situasi tersebut menjadi tantangan awal bagi pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Namun di tengah tekanan global, Indonesia tetap dipandang positif oleh lembaga-lembaga internasional.

Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, OECD, dan Asian Development Bank (ADB) menilai Indonesia sebagai salah satu titik terang di kawasan, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang stabil di kisaran 5 persen dan berpotensi meningkat pada 2026. Adrian menjelaskan, ketahanan ekonomi Indonesia terutama ditopang oleh kuatnya konsumsi domestik yang selama ini menjadi kontributor utama pertumbuhan nasional. Konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari separuh aktivitas ekonomi Indonesia.

Meski begitu, ia mengingatkan adanya tantangan struktural, khususnya pada daya beli masyarakat. Data menunjukkan sebagian besar penduduk berada pada kelompok kelas menengah rentan, yang mudah terdampak guncangan ekonomi dan masih bergantung pada sektor informal. “Kelompok ini sangat menentukan keberlanjutan pertumbuhan. Karena itu, kebijakan stimulus untuk menjaga daya beli serta reformasi pasar tenaga kerja menjadi faktor kunci agar pertumbuhan tetap terjaga,” pungkasnya. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − seventeen =