Jakarta, Suarabersama.com – Perkembangan ancaman siber yang semakin kompleks menuntut pendekatan keamanan digital yang berbasis data dan perencanaan strategis. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mendorong Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk melakukan penyusunan peta ancaman siber nasional yang dinamis agar negara memiliki kerangka strategis yang jelas dalam merespons tantangan keamanan digital dan optimalisasi sumber daya negara.
Menurut Sukamta, BSSN memiliki data yang sangat kaya terkait berbagai insiden siber di dalam negeri. Data tersebut perlu diolah secara sistematis agar menjadi kerangka strategis negara dalam membaca pola, tren, serta karakter ancaman siber yang dihadapi.
Ia menilai pemetaan ancaman menjadi instrumen penting agar negara memiliki panduan jelas dalam menentukan langkah mitigasi dan pencegahan. Dengan peta ancaman yang terstruktur, kebijakan keamanan siber dapat dirancang secara lebih efektif dan berbasis prioritas.
Sukamta menegaskan bahwa “Paparan jumlah serangan yang makin banyak dan variatif ini harus menjadi peta ancaman nasional yang eksplisit dan dinamis.” Peta tersebut, menurutnya, akan membantu penentuan prioritas penanganan, terutama dalam kondisi keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia yang dimiliki BSSN.
Dengan adanya pemetaan ancaman yang jelas, alokasi sumber daya dapat dilakukan secara lebih efisien dan tepat sasaran. Hal ini memungkinkan BSSN untuk memfokuskan upaya pada risiko paling krusial yang berpotensi mengganggu kepentingan nasional.
Lebih jauh, Sukamta mengingatkan bahwa ancaman siber tidak bisa lagi dipandang semata sebagai isu teknologi informasi. Ancaman ini berkaitan erat dengan dimensi geopolitik, ekonomi, dan keamanan nasional secara menyeluruh, sehingga membutuhkan pendekatan lintas sektor dan lintas lembaga.
Pemahaman holistik tersebut dinilai penting untuk memperkuat koordinasi nasional sekaligus meningkatkan posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan siber di tingkat global. Kedaulatan siber yang kokoh akan menjadi fondasi penting bagi stabilitas dan kemajuan Indonesia di era digital. (*)



