Suara Bersama

DPR Desak Pemerintah Petakan Potensi Logam Tanah Jarang

Jakarta, suarabersama.com – Anggota Komisi XII DPR RI, Arif Riyanto, meminta pemerintah segera melakukan riset dan pendataan menyeluruh terkait potensi serta cadangan logam tanah jarang (LTJ) di Indonesia. Ia mendorong Badan Industri Mineral (BIM) mengambil peran utama dalam langkah tersebut.

Menurut Arif, fokus pendataan perlu diarahkan pada LTJ yang selama ini muncul sebagai mineral ikutan dalam aktivitas pertambangan timah dan nikel. Selama bertahun-tahun Indonesia menambang dua komoditas tersebut, namun kandungan logam tanah jarang yang menyertainya dinilai belum dihitung secara akurat dan komprehensif.

“Logam tanah jarang adalah mineral masa depan. Penguasaannya akan menentukan posisi suatu negara dalam industri teknologi tinggi,” ujar Arif awal pekan ini.

Ia mencontohkan dominasi China dalam produksi global LTJ yang telah mendorong kemajuan teknologi di negeri tersebut. Karena itu, Indonesia dinilai tidak boleh tertinggal dalam memetakan potensi sumber daya strategisnya sendiri.

Arif menekankan pentingnya penyusunan neraca sumber daya dan cadangan LTJ sebagai dasar penyusunan peta jalan pemanfaatan nasional. Data tersebut dibutuhkan untuk mendukung pengembangan industri pertahanan, energi terbarukan, kendaraan listrik, hingga perangkat teknologi canggih lainnya.

Selain itu, ia juga mempertanyakan kesiapan BIM dalam mengoordinasikan riset, kebijakan, dan pengembangan mineral strategis, termasuk logam tanah jarang dan mineral radioaktif. Menurutnya, BIM harus mampu menjadi penggerak utama agar pengelolaan LTJ berjalan terarah dan terintegrasi.

Dengan basis data yang kuat, DPR berharap pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang lebih presisi guna mengoptimalkan potensi logam tanah jarang sebagai fondasi kemandirian industri nasional, khususnya di sektor pertahanan dan teknologi tinggi. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − 3 =