Jakarta, Suarabersama.com – Praktisi hukum Deolipa Yumara melontarkan kritik keras terhadap komika Pandji Pragiwaksono terkait candaan fisik yang diarahkan kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam acara Mens Rea. Menurut Deolipa, materi tersebut sudah melampaui batas kewajaran dalam dunia komedi.
Ia menilai candaan yang disampaikan Pandji bukan lagi humor yang mencerdaskan, melainkan mencerminkan sikap arogan dari seorang komedian.
“Ya kalau dia niatnya komedi, ya komedi, tapi ada komedi yang kemudian memperlihatkan kesombongan dari seorang komedian,” kata Deolipa seperti dikutip dari YouTube Rasis yang tayang pada Selasa (6/1/2026).
Deolipa menekankan bahwa komedi seharusnya menghadirkan tawa tanpa harus melukai atau merendahkan pihak lain. Menurutnya, humor yang menyasar ranah personal sudah masuk kategori berlebihan.
“Tapi, kalau dia kemudian menyinggung persona lain, seolah-olah dia powerful, lebih tinggi derajatnya daripada seorang wapres, itu kesombongan dari seorang komedian,” ucapnya.
Ia juga menilai tidak semua komedian menunjukkan sikap yang sama di atas panggung. Ada yang tetap rendah hati, namun ada pula yang justru menampilkan kesan angkuh.
“Jadi ada komedian yang sombong, ada komedian yang humble, jadi ada macam-macam juga komedian itu,” lanjutnya.
Lebih jauh, Deolipa menilai Pandji kerap menempatkan diri seolah sebagai sosok yang paling benar karena statusnya sebagai figur publik.
“Dia (Pandji) kalau jadi komedian, (kategori) komedian yang sombong lah. Jadi kita bisa bilang, seolah-olah dia yang paling benar. Itu satu hal yang kemudian kita anggap enggak bagus dari seorang Pandji,” katanya.
Sikap tersebut, menurut Deolipa, mencerminkan ketidakmampuan dalam memilah materi yang layak dan tidak layak dikonsumsi publik.
“Kesombongan dari seorang Panji karena dia merasa menjadi public figure, seorang komedian kan, tanpa kemudian memilah-milah mana yang boleh, mana yang enggak boleh, mana yang patut mana yang enggak patut, mana yang etik, mana yang sudah melanggar etik,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono menjadi sorotan luas setelah special show bertajuk Mens Rea viral dan menuai berbagai reaksi. Dalam salah satu segmen, ia melontarkan candaan fisik yang ditujukan kepada Wapres Gibran.
Materi tersebut memicu kecaman dari sejumlah kalangan. Beberapa tokoh publik, seperti pakar pendidikan Ina Liem dan musisi dr Tompi, menilai candaan bernuansa penghinaan fisik tidak pantas disampaikan di ruang publik. (hni)



