Jakarta,Suarabersama.com – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan paham kekerasan dan radikalisme di SMAN 6 Tangerang Selatan, Selasa (3/2/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 108 peserta yang terdiri dari perwakilan siswa, pengurus OSIS, serta para guru SMAN 6 Tangerang Selatan. Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya preventif untuk memperkuat ketahanan ideologi generasi muda sekaligus membentengi pelajar dari pengaruh paham ekstrem dan kekerasan.
Hadir sebagai narasumber, Brigpol Jourdy Primaray W dan Briptu Rafli Dunggio dari Densus 88 AT Polri. Keduanya menyampaikan materi seputar penguatan ideologi kebangsaan, tahapan dan proses radikalisasi, serta keterkaitan bullying dengan potensi munculnya perilaku kekerasan dan ekstremisme di lingkungan remaja.
Brigpol Jourdy menegaskan bahwa pelajar merupakan kelompok strategis yang perlu dibekali pemahaman sejak dini agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan menyimpang.
“Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan anak agar mampu mengenali, menolak, dan tidak terpengaruh oleh paham kekerasan maupun ajakan ekstrem,” ujarnya.
Dalam sesi interaktif, para peserta diajak untuk berpikir kritis sebelum mempercayai dan menyebarkan informasi, khususnya konten di media sosial yang berpotensi mengandung provokasi atau ujaran kebencian. Selain itu, peserta juga didorong untuk menolak segala bentuk bullying serta membangun pergaulan yang sehat, positif, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi tanya jawab dan diskusi, yang menunjukkan tingginya minat pelajar terhadap isu pencegahan radikalisme dan penguatan karakter.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat menjadi agen perdamaian di lingkungan sekolah maupun masyarakat, serta berperan aktif dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa sejak usia dini.



