Jakarta, Suarabersama.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta seluruh jajaran Pemprov DKI agar pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tidak terfokus di Jakarta saja, melainkan diperluas ke wilayah penyangga ibu kota seperti Bogor, Depok, Bekasi di Jawa Barat, serta Tangerang Selatan hingga Tangerang di Banten.
“Kemarin [Rabu (21/1)] kami juga menyampaikan kepada BMKG untuk konsentrasi (OMC) jangan hanya Jakarta, kiri-kanannya juga dilakukan modifikasi cuaca terutama Tangerang, Bekasi kemudian Bogor, Depok dan sebagainya,” kata Pramono di Jakarta Barat, Kamis (22/1) seperti dikutip dari Antara.
Sejalan dengan arahan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca pada Kamis.
Pramono menjelaskan, pada hari itu dilakukan dua kali penerbangan untuk mendukung OMC di wilayah Jakarta.
“Dari jam 7.30 WIB tadi kami sudah melakukan modifikasi cuaca. Dalam hari ini, kita akan menerbangkan dua kali. Jadi Jakarta juga mudah-mudahan curah hujannya tidak seperti yang diprediksi oleh BMKG,” ungkap Pramono.
Ia berharap upaya tersebut dapat menekan potensi banjir di Jakarta. Namun, apabila banjir tetap terjadi, Pramono menegaskan akan mengeluarkan imbauan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH), sebagaimana indikasi banjir yang sempat terjadi pada akhir pekan lalu.
Tak hanya sektor ketenagakerjaan, kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) juga akan diberlakukan bagi dunia pendidikan jika kondisi banjir dinilai cukup parah.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada Jumat pagi telah menerbitkan Surat Edaran yang menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di Jakarta untuk melaksanakan PJJ. Surat edaran yang ditetapkan pada Kamis (22/1) tersebut berlaku hingga Rabu (28/1).
Arahan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 9/SE/2026 yang dikeluarkan Dinas Pendidikan DKI. Dalam salinan SE yang diterima CNNIndonesia.com, kebijakan ini diambil demi menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik di tengah cuaca ekstrem yang melanda Jakarta.
“Satuan Pendidikan agar menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama cuaca ekstrem,” demikian poin pertama surat edaran yang diteken Kadisdik DKI Nahdiana pada 22 Januari 2026.
Surat edaran itu diterbitkan sebagai tindak lanjut dari SE Sekdaprov DKI Nomor 2/SE/2026 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN Secara Fleksibel Karena Cuaca Ekstrem, serta memperhatikan prediksi cuaca dari BPBD DKI melalui surat bernomor e-0016/TB.01.02 tertanggal 22 Januari 2026 terkait informasi prakiraan cuaca.
“Dalam rangka menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik,” kata Nahdiana terkait penerbitan surat edaran tersebut.
Sementara itu, BPBD DKI Jakarta mencatat ratusan rukun tetangga (RT) masih terendam banjir pada Jumat pagi. Berdasarkan laporan BPBD per pukul 06.00 WIB, genangan air masih terjadi di 125 RT dan 14 ruas jalan.
Banjir tercatat melanda 38 RT di Jakarta Barat, 55 RT di Jakarta Selatan, 30 RT di Jakarta Timur, serta dua RT di Jakarta Utara. Dampak banjir tersebut menyebabkan ratusan warga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi sejak Kamis (22/1) pagi.
Selain Jakarta, curah hujan tinggi yang berlangsung sejak Kamis pagi hingga Jumat pagi juga menyebabkan banjir di sejumlah wilayah sekitar ibu kota, termasuk daerah penyangga seperti Kota Tangerang Selatan, Kota dan Kabupaten Tangerang, serta Kota dan Kabupaten Bekasi. (*)



