Jakarta, Suarabersama.com — Pada Kamis (1/8), militer Israel membebaskan 15 tahanan asal Palestina yang dikembalikan ke Gaza. Setelah bebas, beberapa tahanan tersebut berbagi cerita mengenai perlakuan kejam yang mereka alami selama di tahanan Israel.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, para tahanan ini mengungkapkan penderitaan yang mereka alami, termasuk siksaan fisik dan psikologis yang diterima setiap hari. Salah satu mantan tahanan menceritakan bahwa dirinya dipaksa berlutut selama 51 hari dan hanya diizinkan tidur empat jam per hari. Ketika menolak mengenakan seragam Brigade Qassam dan masuk ke terowongan, ia disiksa dengan kursi listrik dan ditempatkan di ruang yang menyerupai kandang binatang di penjara pusat Negev.
Cerita serupa datang dari tahanan lainnya yang mengisahkan bagaimana mereka dipukuli, disiksa, dan dipermalukan setiap hari. Kondisi di penjara juga digambarkan sangat buruk, dengan kekurangan makanan dan air, sanitasi yang tidak memadai, serta minimnya akses ke perawatan medis.
Seorang mantan tahanan lainnya mengatakan bahwa dirinya ditahan selama empat bulan dan disiksa secara brutal dengan sengatan listrik dan gigitan anjing. Kekerasan fisik berupa pemukulan juga menjadi hal yang biasa dialaminya.
Data dari PBB menunjukkan bahwa sejak perang Israel di Gaza dimulai pada Oktober tahun lalu, setidaknya 54 warga Palestina telah meninggal dunia di fasilitas militer Israel.



