Jakarta, suarabersama.com Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia pada November 2025 mencapai 7,35 juta orang. Angka ini menurun sekitar 109 ribu orang dibandingkan kondisi Agustus 2025.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, penurunan tersebut ikut menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 4,74 persen, lebih rendah dari 4,85 persen pada Agustus lalu. Perbaikan terlihat baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan, serta pada kelompok laki-laki dan perempuan.
Secara rinci, TPT laki-laki tercatat 4,75 persen, sedikit lebih tinggi dibanding perempuan yang sebesar 4,71 persen. Namun keduanya sama-sama menunjukkan tren membaik dalam tiga bulan terakhir.
BPS juga mencatat total angkatan kerja Indonesia kini mencapai 155,27 juta orang, bertambah sekitar 1,26 juta orang. Dari jumlah itu, sebanyak 147,91 juta orang sudah bekerja, sementara sisanya masih mencari pekerjaan. Di sisi lain, jumlah penduduk yang bukan angkatan kerja turun menjadi 63,58 juta orang.
Provinsi dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi
BPS merilis sejumlah daerah dengan persentase pengangguran paling tinggi. Papua menempati posisi teratas dengan TPT 7,08 persen. Berikut daftar 10 provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi:
-
Papua – 7,08%
-
Jawa Barat – 6,66%
-
Banten – 6,63%
-
Papua Barat Daya – 6,56%
-
Kepulauan Riau – 6,35%
-
DKI Jakarta – 6,31%
-
Maluku – 6,11%
-
Sulawesi Utara – 5,78%
-
Aceh – 5,60%
-
Sumatera Barat – 5,52%
Meski tren nasional menunjukkan perbaikan, data ini menandakan tantangan penyerapan tenaga kerja masih besar di sejumlah wilayah, terutama di kawasan timur Indonesia dan provinsi dengan konsentrasi penduduk tinggi. (kls)



