Jakarta, Suarabersama.com – Plt. Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Wibowo mengungkapkan bahwa penyidik masih memburu sejumlah pihak yang diduga terkait dengan keberadaan laboratorium pembuatan narkotika berbentuk liquid vape dan happy water di sebuah apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara.
“Hasil penyelidikan kami, ada orang-orang yang kami cari,” kata Budi di Jakarta, Selasa.
Berdasarkan keterangan BNN, sedikitnya tiga orang masuk dalam daftar pencarian penyidik. Salah satunya adalah warga negara China berinisial CY yang diduga berperan sebagai peracik atau “koki” narkotika.
Selain itu, penyidik juga memburu warga negara China berinisial ZQ alias J yang disebut berperan sebagai pengendali jaringan, pemilik barang, sekaligus penyandang dana utama bisnis narkotika tersebut. Sementara satu orang lainnya berinisial H diduga bertugas sebagai penjaga gudang narkoba.
Pengungkapan laboratorium narkotika ini bermula dari Operasi Pengamanan Natal dan Tahun Baru di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Dalam operasi tersebut, petugas menangkap dua penumpang asal Malaysia berinisial HHS dan DM yang kedapatan membawa bahan diduga mengandung narkotika jenis MDMA dan ethomidate.
Dari penangkapan awal itu, penyidik melakukan pengembangan lebih lanjut hingga mengamankan dua orang lainnya, yakni PS dan HSN. Keduanya diduga berperan sebagai pengendali lapangan serta pengatur operasional jaringan narkotika.
Berdasarkan keterangan tersangka PS, tim gabungan kemudian melakukan penggerebekan di sebuah apartemen di Jakarta yang digunakan sebagai lokasi peracikan narkotika. Di tempat tersebut, bahan MDMA dan ethomidate yang diselundupkan dari luar negeri dicampur dengan minyak nikotin dan cairan perasa sebelum diolah menjadi liquid vape.
Barang hasil racikan tersebut selanjutnya dipindahkan ke lokasi lain. Pengembangan lanjutan membawa penyidik ke sebuah gudang di kawasan Pademangan, Jakarta Utara.
Dari gudang tersebut, petugas menyita berbagai barang bukti berupa bahan yang diduga narkotika, puluhan cartridge liquid vape mengandung narkotika siap edar, ribuan cartridge kosong, serta beragam peralatan dan bahan peracikan.
Hasil penyidikan sementara mengungkap bahwa jaringan ini menerapkan modus penyamaran berlapis. Selain mencampurkan narkotika ke dalam liquid vape, bahan baku seperti ethomidate juga dikemas menyerupai sachet minuman energi agar terlihat seperti produk legal. (hni)



