Suara Bersama

Bloomberg New Economy: Pergeseran Ekonomi Dunia dan Peran Indonesia

Jakarta – Bloomberg New Economy menetapkan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), sebagai salah satu dari 22 anggota Dewan Penasihat Global. Forum tahunan yang berlangsung pada 19–21 November 2025 ini mengusung tema “Thriving in an Age of Extremes”. Pada kesempatan tersebut, untuk pertama kalinya Jokowi hadir sebagai pembicara dan menyampaikan pidato di hadapan para peserta.

Acara ini diikuti oleh sekitar 500 tokoh berpengaruh dari kalangan pemerintahan maupun dunia usaha. Forum tersebut menjadi ruang bagi para pemimpin untuk memahami dan menganalisis berbagai dinamika perubahan ekonomi global, mulai dari perkembangan pesat kecerdasan buatan hingga meningkatnya proteksionisme dan rivalitas geopolitik.

Walau telah berjalan beberapa tahun, tidak sedikit yang masih belum mengetahui secara jelas apa sebenarnya Bloomberg New Economy. Padahal platform global yang lahir pada 2018 ini dirancang untuk mempertemukan para pemimpin internasional, pelaku bisnis, serta inovator guna mendiskusikan transformasi struktur ekonomi dunia, terutama di negara berkembang.

Bloomberg New Economy sendiri merupakan forum internasional yang hadir sebagai respons terhadap pergeseran pusat kekuatan ekonomi global dari negara Barat menuju kawasan Asia dan belahan selatan dunia. Pergeseran tersebut didorong oleh perubahan demografi, globalisasi, serta kemajuan teknologi digital.

Berdasarkan keterangan situs resminya, organisasi ini memiliki misi untuk memperkecil kesenjangan pembangunan, meningkatkan akses terhadap teknologi, memperkuat perdagangan, dan mendorong investasi melalui inovasi serta pendidikan. Hingga kini, lebih dari 1.500 pemimpin dunia — mulai dari kepala negara, pejabat senior, CEO perusahaan besar, hingga aktivis — telah bergabung dalam komunitas ini.

Sejak didirikan, Bloomberg New Economy telah menyelenggarakan forum di sejumlah kota internasional seperti Singapura, Beijing, Marrakesh, dan Sao Paulo. Pertemuan tersebut menjadi wadah interaksi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menghadapi tantangan ekonomi global, termasuk risiko geopolitik, perubahan rantai pasok, serta pergerakan modal internasional.

Dalam enam tahun terakhir, forum ini berperan penting sebagai ruang dialog mengenai isu geopolitik, keberlanjutan, hingga stabilitas ekonomi global, dengan menyelenggarakan kegiatan di pasar-pasar berkembang.

Bloomberg juga menjelaskan bahwa pembentukan Dewan Penasihat Global pada April 2025 bertujuan untuk memberikan panduan menghadapi isu-isu kompleks dunia modern. Para anggota yang dipilih memiliki pengalaman mendalam di bidang pemerintahan, bisnis, maupun organisasi multilateral.

Selain Jokowi, sejumlah tokoh terkemuka turut masuk dalam daftar Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy 2025. Di antaranya adalah mantan Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura H.E. Gan Kim Yong — yang dipercaya sebagai Ketua Kehormatan — serta mantan Perdana Menteri Italia Mario Draghi.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + 3 =