Suara Bersama

BGN Bantah Isu Korupsi Anggaran MBG Ramadan, Sebut Kenaikan Harga Pangan Jadi Penyebab

Jakarta, suarabersama.com – Ramainya keluhan masyarakat di media sosial terkait kualitas menu program makan bergizi gratis (MBG) selama Ramadan mendapat tanggapan dari Badan Gizi Nasional. Lembaga tersebut membantah tudingan adanya penyalahgunaan anggaran dalam program tersebut.

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan, penurunan kualitas menu yang dikeluhkan masyarakat lebih disebabkan oleh lonjakan harga bahan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Menurutnya, kenaikan harga bahan makanan terjadi di berbagai daerah dan bahkan lebih tinggi di wilayah tertentu seperti Aceh, Papua, dan Batam.

Nanik mengatakan, anggaran yang tersedia untuk program MBG memang terbatas. Untuk anak balita hingga siswa kelas 3 SD, anggaran yang disediakan sekitar Rp8.000 per porsi, sementara untuk siswa kelas 4 SD ke atas sebesar Rp10.000.

“Ketika harga bahan pangan naik, tentu berpengaruh pada menu yang disajikan. Hal ini yang kemudian disalahartikan sebagian pihak sebagai praktik korupsi,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejumlah bahan makanan yang menjadi komponen utama menu MBG Ramadan mengalami kenaikan harga cukup tajam, seperti telur, ubi-ubian, kacang-kacangan, gula merah, tepung, hingga susu.

Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana meminta unit pelaksana program di daerah lebih kreatif memanfaatkan pangan lokal dalam penyediaan menu MBG selama Ramadan. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 mengenai pelaksanaan program MBG selama Ramadan dan masa cuti bersama Lebaran.

Dalam pedoman tersebut, menu makanan kemasan yang direkomendasikan antara lain telur asin, abon, dendeng kering, buah-buahan, serta makanan khas lokal. Kurma juga dapat disertakan sebagai menu tambahan dengan tetap memperhatikan standar gizi dan keamanan pangan.

Sementara itu, selama masa cuti bersama Idul Fitri pada 18–24 Maret 2026, penyaluran MBG tidak dilakukan secara harian. Sebagai gantinya, distribusi makanan diberikan lebih awal dalam bentuk paket bundling makanan sehat yang dapat dikonsumsi hingga maksimal tiga hari. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − 1 =