Suara Bersama

Bertemu Jusuf Kalla, Dubes Iran Paparkan Korban Sipil Akibat Perang

Jakarta, Suarabersama.com – Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, memaparkan dampak besar perang yang dipicu oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap kehidupan masyarakat sipil di Iran.

Sejak serangan rudal pertama Amerika Serikat pada 28 Februari 2026, puluhan ribu rumah dilaporkan hancur. Kerusakan tidak hanya menimpa rumah warga, tetapi juga berbagai fasilitas publik penting seperti rumah sakit dan sekolah.

Selain kerusakan infrastruktur, konflik tersebut juga menimbulkan korban jiwa dari kalangan militer maupun warga sipil. Di antara korban sipil tersebut terdapat perempuan dan anak-anak. Pemerintah Iran mencatat setidaknya 250 anak menjadi korban dalam konflik yang masih berlangsung hingga saat ini.

“Kami melaporkan bahwa sekarang korban perang di negara kami yang paling senior dan paling tua adalah berusia 88 tahun, sedangkan yang paling muda adalah seorang balita yang hanya berusia 3 hari,” kata Boroujerdi ujar saat bertemu Wapres ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, di Markas Pusat Palang Merah Indonesia di Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2026).

Boroujerdi menambahkan bahwa situasi perang berkepanjangan membuat masyarakat Iran berada dalam kondisi sulit, bahkan terancam tidak dapat merayakan Idul Fitri dengan layak.

“Walaupun ini merupakan situasi hari-hari bulan suci Ramadhan dan sebentar lagi adalah Idul Fitri, tetapi masyarakat Iran tidak bisa merayakan momen penting dan momen Islami ini,” imbuhnya.

Sementara itu, melihat besarnya kepedulian masyarakat Indonesia yang ingin memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban perang di Iran, Kedutaan Besar Iran membuka saluran donasi resmi.

Informasi mengenai donasi tersebut dapat diakses melalui akun media sosial resmi kedutaan, salah satunya melalui Instagram @iraninindonesia.

“Untuk menyambut keinginan tersebut telah mengumumkan sebuah nomor rekening melalui saluran resmi kedutaan Iran yaitu media sosial resmi kedutaan Iran dan website kedutaan kami untuk mengumpulkan kontribusi dan donasi dari masyarakat Indonesia,” kata Boroujerdi lagi.

Selain membuka jalur bantuan kemanusiaan, Iran juga tengah menginisiasi kampanye global yang bertujuan untuk menyerukan penghentian perang.

“Atas inisiatif dari Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, kami akan memulai sebuah kampanye mendunia untuk mengatakan tidak kepada peperangan,” tuturnya.

Boroujerdi berharap berbagai pihak di Indonesia, mulai dari pejabat pemerintah, kalangan akademisi, organisasi masyarakat, hingga berbagai elemen publik lainnya dapat ikut berpartisipasi dalam kampanye tersebut.

Di akhir pernyataannya, Boroujerdi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas dukungan yang diberikan kepada Iran dalam menghadapi situasi konflik saat ini.

“Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,” tutup Boroujerdi. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 2 =