Suara Bersama

Bahlil: Pemerintah Negosiasi Bebaskan Kapal Pertamina yang Terjebak di Selat Hormuz

Jakarta, Suarabersama.com – Bahlil Lahadalia selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan pemerintah saat ini tengah melakukan langkah negosiasi guna membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di kawasan Selat Hormuz.

“Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk cari tempat yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi,” ujar Bahlil ketika ditemui selepas acara buka bersama di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (4/3) malam.

Pihak Pertamina juga memastikan kondisi awak kapal tetap aman di tengah meningkatnya tensi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menegaskan  keberadaan dua kapal tanker yang masih berada di Selat Hormuz tidak akan mengganggu ketahanan energi nasional. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan berbagai alternatif pasokan energi, termasuk dari Amerika Serikat.

“Geopolitik tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tetapi kesiapan pemerintah dalam mendesain, mempersiapkan semua alternatif untuk crude, BBM, dan LPG, insyaallah aman,” ucap Bahlil.

Upaya mencari sumber energi alternatif itu dilakukan bersamaan dengan langkah diplomasi untuk mengeluarkan dua kapal tanker dari kawasan teluk yang saat ini memiliki tingkat risiko tinggi.

Sejumlah media di Iran sebelumnya melaporkan bahwa Selat Hormuz disebut telah “secara efektif” ditutup setelah meningkatnya serangan antara AS dan Israel terhadap Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, termasuk ekspor gas alam cair dari negara-negara seperti Qatar dan Uni Emirat Arab. Diperkirakan sekitar 20 persen konsumsi minyak global atau sekitar 20 juta barel per hari melewati jalur tersebut.

Sementara itu, PT Pertamina International Shipping melaporkan pada Senin (2/3) terdapat empat kapal yang berada di wilayah Timur Tengah. Kapal Gamsunoro diketahui sedang melakukan proses pemuatan (loading) di Khor al Zubair, Irak. Kapal Pertamina Pride telah menyelesaikan proses pemuatan dan kini berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi. Kapal PIS Rinjani berada di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab, sedangkan kapal PIS Paragon sedang melakukan proses bongkar muatan (discharge) di Oman.

Dari laporan tersebut, dua kapal masih berada di kawasan teluk, yakni Pertamina Pride yang dikelola oleh NYK serta kapal Gamsunoro yang dikelola oleh Synergy Ship Management. Keduanya terus dipantau secara real time guna memastikan kondisi keamanan tetap terjaga.

“Kedua kapal kami upayakan bisa segera keluar dari area teluk. Saat ini, tim armada kami tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal,” ujar Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − four =