Suara Bersama

AS Urungkan Serangan ke Iran di Tengah Tekanan Diplomatik dan Regional

Jakarta, Suarabersama.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran setelah mempertimbangkan kombinasi kemajuan jalur diplomasi, kendala logistik, serta penolakan kuat dari sejumlah sekutu utama di kawasan Timur Tengah. Informasi tersebut dilaporkan Axios pada Minggu (18/1).

“Situasinya sangat genting. Militer berada dalam posisi untuk melakukan sesuatu dengan sangat cepat,” kata seorang pejabat AS kepada media tersebut, menggambarkan kondisi yang saat itu berada di ambang eskalasi.

Sejumlah pemerintah dan negara di Timur Tengah sebelumnya memperkirakan operasi militer akan segera dilancarkan usai pertemuan pada hari Selasa. Namun, perintah serangan tersebut tidak pernah dikeluarkan.

Trump disebut sempat mempersempit opsi militer terhadap target Iran, tetapi mulai ragu seiring munculnya berbagai komplikasi di lapangan. Salah satu faktor krusial adalah pergeseran aset militer Amerika Serikat ke kawasan Karibia dan Asia, yang dinilai membuat kesiapan militer di Timur Tengah menjadi tidak optimal. Para pejabat AS bahkan mencatat bahwa “wilayah tersebut belum siap,” sehingga membatasi opsi yang tersedia.

Selain faktor logistik, keputusan pembatalan juga dipengaruhi oleh adanya pertukaran pesan rahasia antara utusan AS Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Pada Rabu pagi, Araghchi dilaporkan mengirimkan pesan kepada Witkoff yang berisi komitmen untuk menghentikan pembunuhan serta membatalkan eksekusi terhadap para demonstran yang telah dijadwalkan.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan memperingatkan Trump bahwa Israel belum siap menghadapi kemungkinan pembalasan dari Iran. Netanyahu juga menilai rencana serangan yang diajukan Amerika Serikat tidak memiliki kekuatan yang memadai.

Sikap serupa juga datang dari Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman yang menyampaikan kekhawatiran serius terkait dampak serangan terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.

Pada Rabu sore, para pejabat AS menyebut semakin jelas bahwa perintah serangan tidak akan dikeluarkan.

Trump sebelumnya berulang kali menyatakan dukungan terhadap para demonstran di Iran dan melontarkan kritik keras terhadap cara pemerintah Iran menangani aksi protes yang pecah sejak 28 Desember di Tehran akibat tekanan kondisi ekonomi.

Presiden AS tersebut juga sempat mengindikasikan kemungkinan melancarkan serangan apabila Iran merespons demonstrasi dengan penggunaan kekuatan mematikan. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − three =