Suara Bersama

AS Kerahkan Kapal Induk ke Timur Tengah, Iran Nyatakan Siaga Penuh

Jakarta, Suarabersama.com – Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi angkat bicara terkait pengerahan kapal induk Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan Boroujerdi dalam jumpa pers di kediamannya pada Kamis (22/1).

Dalam kesempatan itu, Boroujerdi menegaskan bahwa Iran berada dalam kondisi siap penuh untuk menjaga dan mempertahankan kepentingan nasionalnya di tengah meningkatnya tensi kawasan.

“Yang saya bisa sampaikan adalah sebuah jaminan yaitu kami siap secara amat maksimal untuk membela kepentingan nasional kami secara menyeluruh,” kata Boroujerdi.

Sebelumnya, Amerika Serikat dikabarkan telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah sejak pekan lalu. Kapal induk tersebut bahkan terpantau telah melintasi Selat Malaka.

Langkah militer ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan hubungan antara Iran dan AS, menyusul aksi demonstrasi berdarah yang terjadi di Teheran. Berdasarkan data otoritas Iran, unjuk rasa nasional itu telah menewaskan 3.117 orang.

Namun, kelompok hak asasi manusia (HAM) yang berbasis di Amerika Serikat, HRANA, mencatat jumlah korban tewas lebih tinggi, yakni lebih dari 4.000 jiwa.

Amerika Serikat sebelumnya juga telah memperingatkan Iran agar tidak melakukan kekerasan terhadap warga sipil. Presiden AS Donald Trump bahkan tidak menutup kemungkinan penggunaan opsi militer apabila Iran dinilai melakukan represi terhadap masyarakatnya.

Aksi demonstrasi di Iran pecah sejak 28 Desember lalu. Awalnya, protes dipicu oleh persoalan ekonomi, namun kemudian meluas menjadi tuntutan perubahan rezim pemerintahan.

Pemerintah Iran menyatakan bahwa gelombang unjuk rasa tersebut telah disusupi oleh Amerika Serikat dan Israel. Kedua negara itu sejak awal secara terbuka menyatakan dukungan terhadap masyarakat Iran dan mendorong upaya penggulingan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Iran pun telah melontarkan ancaman akan melakukan serangan antisipatif apabila AS dan Israel ikut campur dalam urusan domestik negaranya. Presiden Iran Masoud Pezeshkian turut menegaskan bahwa setiap ancaman terhadap Khamenei akan dianggap sebagai pemicu perang skala besar. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − eleven =