Suara Bersama

Akses Darat Terputus, TNI Jatuhkan Bantuan Dari Udara untuk Korban Banjir-Longsor Sumatra

Jakarta, Suarabersama — Pemerintah melalui TNI memutuskan untuk menjatuhkan bantuan kemanusiaan dari udara bagi korban banjir dan longsor di wilayah-wilayah terdampak di Sumatra. Langkah ini ditempuh karena beberapa daerah terisolasi dan akses darat tidak memungkinkan. Pernyataan ini disampaikan Panglima TNI saat konferensi pers terkait perkembangan penanganan bencana, setelah beredar video viral yang menunjukkan paket bantuan dijatuhkan dari pesawat.

Menurut Panglima, sejumlah lokasi mengalami kondisi darat yang tidak bisa dilewati — jalan rusak, akses putus, medan berat — sehingga para relawan dan personel tidak dapat menjangkau langsung korban melalui jalur konvensional. Oleh karena itu, pengiriman bantuan lewat udara menjadi solusi cepat dan efektif untuk membawa logistik penting seperti makanan, pakaian, tenda darurat, dan kebutuhan dasar lainnya.

Dalam metode yang digunakan, paket bantuan dikemas dalam kotak-kotak khusus (box-box) yang dilengkapi baling-baling agar tidak hancur saat menjatuhi tanah. Paket dijatuhkan menggunakan pesawat angkut — termasuk jenis pesawat militer — untuk menjangkau titik-titik yang benar-benar terisolasi. TNI juga memastikan prosedur pengiriman dilakukan seaman mungkin, meskipun pengiriman udara memiliki risiko tersendiri.

Panglima menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan sangat pertimbangan — demi memastikan bantuan sampai dan bisa digunakan langsung oleh korban. Ia menyebut bahwa pada beberapa percobaan mendarat via helikopter, kondisi di lokasi bencana tidak memungkinkan: terkadang ada kabel listrik, pepohonan, atau medan yang tidak aman untuk pendaratan. Karena itulah pilot memutuskan untuk “drop” paket bantuan daripada membatalkan misi total.

Ia menambahkan bahwa sistem udara bukanlah pilihan utama — jika akses darat memungkinkan, tim akan tetap menggunakan mobil, truk, atau jalur darat/laut. Namun, karena situasi darurat dan banyak titik terpapar isolasi, metode udara dianggap paling efisien dalam kondisi ekstrem seperti sekarang.

Dengan metode ini, harapannya bantuan bisa lebih cepat sampai ke tangan warga terdampak, terutama di desa-desa dan lokasi terpencil yang sulit dijangkau. Pemerintah menyatakan komitmen untuk terus memantau distribusi bantuan agar tidak ada warga yang tertinggal, sambil mengupayakan pemulihan akses darat dan rehabilitasi infrastruktur di lokasi terdampak.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 5 =