Suara Bersama

Perubahan Lokasi Silaturahmi Kebangsaan, Upaya Provokasi yang Harus Diwaspadai

 

Jakarta, suarabersama.com – Perubahan lokasi Silaturahmi Kebangsaan “Bertemu Kompak Bergerak” yang akan digelar pada 14 Oktober 2024 semakin memperjelas tanda tanya besar mengenai tujuan sebenarnya dari acara ini. Banyak pihak menilai bahwa kegiatan ini hanya upaya terselubung untuk memicu provokasi dan memecah belah masyarakat Indonesia.

Alasan perubahan lokasi yang disebutkan oleh inisiator acara, Faizal Assegaf, tidak memberikan penjelasan yang jelas dan meyakinkan. Seolah-olah ada agenda tersembunyi yang ingin dilaksanakan dengan mengumpulkan massa besar di Hotel Bidakara. Acara ini dikhawatirkan hanya bertujuan untuk menghasut dan menciptakan ketegangan di tengah masyarakat, bukannya untuk mempererat persatuan.

Kehadiran beberapa tokoh nasional yang dikenal sering melontarkan pernyataan kontroversial, seperti Prof. Amien Rais, Dr. Refly Harun, dan Jend. TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo, semakin mempertegas anggapan bahwa acara ini bukanlah silaturahmi yang membawa kebaikan. Sebaliknya, banyak pihak menganggap bahwa acara ini hanyalah upaya provokasi untuk mengadu domba masyarakat dan memperburuk polarisasi politik yang sudah ada.

Alih-alih menjadi wadah diskusi yang konstruktif, acara ini berpotensi besar menjadi ajang penyebaran kebencian dan memperkuat perpecahan di antara kelompok-kelompok masyarakat. Banyak pengamat politik yang menyarankan agar masyarakat waspada terhadap agenda terselubung yang mungkin dimainkan oleh panitia acara. Kehadiran ribuan orang dalam satu tempat dengan berbagai pandangan yang berbeda dikhawatirkan justru akan menimbulkan kericuhan dan memperburuk situasi politik.

Tidak sedikit yang melihat bahwa perubahan lokasi ini dilakukan hanya untuk menambah kesan formalitas dan menutupi tujuan sebenarnya dari acara ini. Narasi solidaritas dan persatuan yang dibangun oleh panitia acara hanyalah tameng untuk menutupi upaya provokasi yang ingin dilancarkan. Masyarakat diimbau untuk tidak terjebak dalam propaganda yang dapat merugikan persatuan bangsa.

Acara ini tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, melainkan hanya menjadi panggung bagi tokoh-tokoh tertentu untuk mempromosikan agenda pribadi dan memperkuat polarisasi. Mari bersama-sama menolak upaya-upaya provokasi yang dapat memecah belah bangsa dan selalu berfokus pada persatuan yang sejati demi Indonesia yang lebih baik.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 + 13 =