Suara Bersama

TNI Akui Peluru G2 Combat Lukai Mahasiswi, Rektor UNP Tegaskan Kasus Peluru Nyasar UNP Sudah Clear

Jakarta,Suarabersama.com – Universitas Negeri Padang menyatakan kasus peluru nyasar yang melukai mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP, Nova Wirantika, kini sudah menemui titik terang.

Hal itu disampaikan Rektor UNP, Krismadinata, setelah Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol mengumumkan hasil investigasi yang menyebut proyektil yang mengenai korban berasal dari senjata laras pendek jenis pistol G2 Combat yang digunakan saat latihan tembak.

Menurut Krismadinata, kejelasan sumber peluru tersebut sekaligus menjawab berbagai pertanyaan dan kekhawatiran masyarakat yang muncul sejak insiden terjadi pada Selasa (2/6/2026) sore.

“Alhamdulillah semuanya sudah jelas. TNI sudah menyampaikan hasilnya, bertanggung jawab atas kejadian ini dan masyarakat sekarang bisa tenang karena semuanya sudah clear,” kata Krismadinata kepada TribunPadang.com di Rektorat UNP, Senin (8/6/2026).

Ia mengatakan sejak awal pihak kampus meminta agar penyebab kejadian diungkap secara terbuka sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Setelah insiden terjadi, UNP langsung bergerak cepat dengan mengevakuasi korban ke rumah sakit dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari aparat kepolisian, Badan Intelijen Daerah hingga jajaran TNI.

Menurut Krismadinata, Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol juga langsung turun ke rumah sakit untuk melihat kondisi korban dan memastikan penanganan berjalan dengan baik.

“Kebetulan responsnya cepat. Pangdam langsung datang dan melihat kondisi korban. Penanganan juga dilakukan dengan cepat,” ujarnya.

Tak hanya berkoordinasi di tingkat daerah, UNP juga melaporkan kejadian tersebut kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

Laporan resmi kemudian disampaikan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi yang selanjutnya berkoordinasi dengan Panglima TNI.

Selain itu, pihak kampus juga menghubungi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan untuk memastikan persoalan tersebut mendapatkan perhatian serius.

“Dari kementerian juga langsung merespons. Pesan yang kami terima jelas, kejadian seperti ini tidak boleh terjadi lagi,” katanya.

Krismadinata menyambut baik keputusan TNI yang menghentikan latihan tembak di Lapangan Tembak Lapai dan memindahkan lokasi latihan ke tempat yang lebih aman.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk tanggung jawab sekaligus jaminan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan kampus.

“Kami mendapatkan informasi bahwa latihan tembak tidak lagi dilakukan di sekitar Air Tawar dan akan dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif,” ujarnya.

 

Kodam Nyatakan Investigasi Selesai

Terkait kemungkinan adanya sumber proyektil lain, Kodam XX/TIB menyatakan telah melakukan pendalaman secara menyeluruh, termasuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian, UNP, korban, saksi-saksi, hingga satuan TNI lain di sekitar lokasi.

Hasilnya, tidak ditemukan aktivitas latihan atau penggunaan senjata lain yang berlangsung bersamaan pada waktu kejadian.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, pihak UNP, korban, teman-teman korban, termasuk melakukan pendalaman ke satuan lain. Tidak ada kegiatan lain pada waktu yang sama,” kata Taufiq.

Karena itu, Kodam XX/TIB menyatakan investigasi telah selesai dan menyimpulkan proyektil yang ditemukan identik dengan munisi latihan Yonif TP 897/Singgalang.

“Dengan proyektil yang ada dan hasil identifikasi yang telah dilakukan, kami menyimpulkan bahwa proyektil tersebut identik dengan munisi latihan Yonif TP 897/Singgalang. Tidak ada sumber lain yang ditemukan dalam investigasi, sehingga sudah bisa kami simpulkan dan tutup bahwa ini berasal dari munisi latihan,” tutupnya. (*)

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × five =