Suara Bersama

Kemhan: Proyek Bengkel Hercules di Kertajati Masih Tahap Pembahasan

JAKARTA , suarabersama.com – Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan bahwa rencana pembangunan fasilitas perawatan pesawat angkut C-130 Hercules di Bandara Kertajati, Jawa Barat, belum mencapai tahap kesepakatan akhir dengan Amerika Serikat.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, mengatakan pembahasan kerja sama masih terus berlangsung dan belum menghasilkan keputusan final. Meski demikian, pemerintah tetap mendorong realisasi proyek tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pertahanan nasional.

Menurut Rico, keberadaan fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) Hercules di Indonesia akan memberikan manfaat strategis, terutama dalam meningkatkan kemampuan pemeliharaan dan perawatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) matra udara secara mandiri.

Pemerintah juga optimistis Bandara Kertajati memiliki peluang besar untuk menjadi pusat layanan perawatan pesawat Hercules di kawasan Asia. Selain didukung lahan yang luas, kawasan tersebut dinilai memiliki potensi pengembangan infrastruktur yang kompetitif dibandingkan negara lain di kawasan.

Kemhan menargetkan fasilitas MRO tersebut dapat mulai beroperasi pada 2028, meski seluruh tahapan kerja sama dan pembangunan masih dalam proses pembahasan.

Gagasan menjadikan Kertajati sebagai pusat perawatan Hercules se-Asia muncul setelah adanya tawaran dari pemerintah Amerika Serikat. Dalam pertemuan sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menawarkan agar layanan pemeliharaan pesawat C-130 Hercules untuk kawasan Asia dipusatkan di Indonesia dengan dukungan pembiayaan dari pihak AS.

Usulan tersebut kemudian dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto, yang disebut mendukung pemanfaatan Bandara Kertajati sebagai lokasi pengembangan fasilitas strategis tersebut.

Apabila terealisasi, proyek ini berpotensi menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat pemeliharaan pesawat angkut militer terbesar di kawasan sekaligus memperkuat posisi industri pertahanan nasional di tingkat regional. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 1 =