Suara Bersama

Menhub Panggil Green SM Usai Kecelakaan Maut KRL vs Argo Bromo Anggrek

Jakarta, Suarabersama.com – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berencana memanggil pihak pengelola Green SM Indonesia setelah salah satu armadanya diduga terlibat dalam rangkaian kejadian yang berujung pada kecelakaan fatal antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

Langkah pemanggilan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi awal pemerintah sambil menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait penyebab utama insiden yang menyebabkan 15 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka.

“Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut untuk melakukan evaluasi. Mudah-mudahan kalau jadi, hari ini mestinya,” ujar Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).

Ia menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan belum akan menarik kesimpulan sebelum hasil penyelidikan teknis dari KNKT selesai. Meski demikian, seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan tetap akan dimintai keterangan, termasuk operator taksi tersebut.

“Nanti kita tunggu (penyebabnya karena apa). Tadi kan saya sudah bilang tunggu KNKT,” katanya.

Pemanggilan ini berkaitan dengan kejadian yang terjadi sesaat sebelum tabrakan besar di jalur rel Bekasi Timur.

Berdasarkan informasi awal dari PT Kereta Api Indonesia, satu unit taksi Green SM dilaporkan berhenti di tengah perlintasan Bulak Kapal dan tertabrak KRL yang tengah melaju menuju Jakarta.

Benturan tersebut menyebabkan rangkaian KRL mengalami gangguan hingga berhenti di jalur rel. Dalam waktu singkat, KA Argo Bromo Anggrek yang datang dari arah belakang kemudian menabrak KRL yang berhenti tersebut, sehingga memicu kecelakaan besar.

Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek bahkan menghantam hingga ke gerbong paling belakang KRL, termasuk gerbong khusus wanita, yang menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka.

Sementara itu, pihak Green SM Indonesia telah merilis pernyataan resmi kedua terkait insiden ini.

“Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman,” tulis Green SM Indonesia.

Perusahaan menegaskan bahwa kejadian tersebut masih dalam tahap investigasi sehingga belum ada kesimpulan resmi dari pihak berwenang.

Green SM juga menyatakan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dengan memberikan data dan informasi yang diperlukan guna mendukung proses penyelidikan.

Sebelumnya, dalam pernyataan pertama, Green SM hanya mengonfirmasi keterlibatan armadanya tanpa menyampaikan belasungkawa.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × one =