Suara Bersama

Pemprov tegaskan “Bangga Kencana” jadi pilar utama pembangunan keluarga Papua

Jakarta,Suarabersama.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menegaskan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) sebagai pilar utama dalam pembangunan keluarga guna menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen di Jayapura, Selasa, mengatakan keluarga merupakan fondasi utama dalam menyiapkan generasi emas, terutama di tengah momentum bonus demografi yang tengah dihadapi Indonesia.

“Sehingga pembangunan keluarga tidak hanya berfokus pada pengendalian jumlah penduduk, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat serta pengelolaan mobilitas penduduk secara terencana dan berkelanjutan,” katanya usai membuka kegiatan Rapat Koordinasi Program Bangga Kencana 2026 di Jayapura, Selasa.

Menurut Aryoko, untuk itu momentum ini sangat penting karena menjadi kesempatan bagi untuk menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Kuncinya ada pada keluarga.

“Kami mengingatkan bahwa tanpa pengelolaan yang baik, bonus demografi justru dapat menjadi beban pembangunan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi lintas sektor serta program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Oleh sebab itu, stunting yang masih menjadi tantangan serius di Papua karena itu upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari tingkat keluarga melalui pemenuhan gizi seimbang, pemberian ASI, peningkatan akses sanitasi, hingga layanan kesehatan yang memadai.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Papua, Sarles Brabar, mengatakan transformasi program Bangga Kencana menjadi momentum strategis dalam memperkuat kelembagaan, seiring arah perubahan BKKBN menuju kementerian kependudukan.

“Dengan, penguatan kelembagaan akan memperluas jangkauan kebijakan, meningkatkan efektivitas koordinasi lintas sektor, serta memperkuat dukungan kepada pemerintah daerah, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Papua,” katanya.

Menurut Sarles, dalam rakor tersebut, BKKBN Papua juga menegaskan sejumlah program prioritas, di antaranya percepatan penurunan stunting, penguatan peran keluarga melalui gerakan orang tua asuh, peningkatan keterlibatan ayah dalam pengasuhan melalui program Ayah Teladan, serta pengembangan digitalisasi layanan keluarga.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight − 2 =