Suara Bersama

Lawatan Prabowo Ke Rusia Jaga Stabilitas Geopolitik Dunia Dan Kepentingan Ekonomi Nasional

Jakarta, Suarabersama.com – Kunjungan diplomatik Prabowo Subianto ke Rusia dan Prancis dinilai memperkuat posisi strategis Indonesia sebagai aktor penyeimbang dalam dinamika geopolitik global. Langkah ini mencerminkan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang aktif, adaptif, dan berorientasi pada perdamaian dunia.

Pengamat hubungan internasional dari Universitas Airlangga, Probo Darono Yakti, menilai peran Indonesia semakin menonjol sebagai penghubung antarblok global. “Di sini peran dari Indonesia itu coba untuk menekankan diri menjadi bridge builder,” kata Probo. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga keseimbangan hubungan internasional di tengah meningkatnya rivalitas global.

Menurutnya, kunjungan ke Rusia dan Prancis merepresentasikan langkah strategis Indonesia dalam menjembatani kepentingan antara blok Barat dan non-Barat. “Pilihan untuk kemudian berkunjung ke Rusia, kemudian berkunjung ke Prancis, ini sama-sama merepresentasikan tatanan post-cold war, di mana Rusia ini memiliki kedekatan dengan aktor-aktor non-Barat, dan Prancis ini pro-operasi dalam orbit Barat dalam konteks Dewan Keamanan PBB dan juga posisi strategisnya di dalam NATO,” katanya. Dengan pendekatan ini, Indonesia menegaskan peran sebagai mediator aktif yang mampu menjaga komunikasi lintas blok.

Lebih lanjut, peran Indonesia tidak hanya sebatas simbolik, tetapi juga konkret dalam menciptakan ruang dialog global. “Jadi, ini mungkin bisa dikaitkan dengan peran Indonesia yang menekankan pada beberapa aspek, termasuk di situ kita coba untuk menekankan peran Indonesia ini untuk memediasi, memfasilitasi, dan mengorkestrasi interaksi antarpihak yang berseberangan,” ujarnya. Pendekatan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara non-blok yang konsisten mendorong perdamaian.

Langkah diplomasi ini juga dinilai sebagai upaya menjaga keseimbangan pasca keterlibatan Indonesia dalam forum perdamaian global. “Jadi, terlepas dari bagaimana Indonesia kemarin sudah masuk ke Board of Peace, maka untuk kemudian menjadi penyeimbangnya bagaimana kemudian diplomasi ini dilakukan, kalau boleh menyebut ini semacam ulang-alik untuk mendatangi beberapa aktor-aktor penting di dalam hubungan antarnegara,” tuturnya.

Setelah menyelesaikan agenda strategis di Moskow bersama Vladimir Putin, Presiden Prabowo melanjutkan kunjungannya ke Paris dan dijadwalkan bertemu dengan Emmanuel Macron di Istana Élysée. Rangkaian kunjungan ini mempertegas peran Indonesia dalam membangun komunikasi global yang konstruktif dan inklusif.

Selain memperkuat diplomasi, kunjungan ini juga menghasilkan kesepakatan konkret, khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral, serta pengembangan kerja sama di berbagai bidang strategis lainnya yang berdampak langsung terhadap pembangunan nasional. Hal ini menegaskan bahwa diplomasi Indonesia tidak hanya berorientasi pada stabilitas global, tetapi juga pada kepentingan ekonomi nasional. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − 2 =