Suara Bersama

Tiongkok dan Pakistan Desak Perdamaian Timur Tengah, Siap Mediasi Perundingan Iran dan AS

Jakarta, Suarabersama.com – Tiongkok dan Pakistan menyerukan penghentian segera konflik di kawasan Timur Tengah serta mendorong dimulainya proses perundingan damai secepat mungkin. Seruan ini muncul seiring kesepakatan kedua negara untuk memperkuat koordinasi terkait situasi Iran.

Pada Selasa, kedua negara mengumumkan sebuah inisiatif bersama yang bertujuan untuk “memulihkan perdamaian dan stabilitas di kawasan Teluk dan Timur Tengah”. Pengumuman tersebut disampaikan setelah kunjungan pejabat tinggi Pakistan ke Beijing.

Dalam perkembangan yang sama, Pakistan juga menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah perundingan antara Amerika Serikat dan Iran.

Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi. Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk memperkuat komunikasi strategis serta meningkatkan koordinasi terkait perkembangan situasi Iran.

Wang Yi menyampaikan dukungannya terhadap upaya mediasi yang dilakukan Pakistan.

“Tiongkok mendukung dan berharap Pakistan memainkan peran yang unik dan penting dalam meredakan situasi serta melanjutkan kembali perundingan damai,” ujar Wang, dikutip dari TRT World, Rabu, 1 April 2026.

Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri Pakistan, kedua negara juga menyepakati rencana lima poin yang diawali dengan penghentian segera permusuhan serta dimulainya dialog damai.

“Mereka sepakat bahwa dialog dan diplomasi merupakan satu-satunya opsi yang layak untuk menyelesaikan konflik,” demikian pernyataan tersebut.

Selain itu, Tiongkok dan Pakistan turut menyerukan agar semua pihak yang terlibat berkomitmen pada penyelesaian damai serta menahan diri dari penggunaan atau ancaman kekuatan selama proses negosiasi berlangsung.

Pelayaran di Selat Hormuz

Rencana lima poin tersebut juga mencakup penghentian serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur nonmiliter, termasuk fasilitas energi dan instalasi desalinasi air.

Kedua negara juga menekankan pentingnya menjaga jalur pelayaran internasional agar tetap aman dan terbuka bagi aktivitas kapal sipil maupun komersial di Selat Hormuz.

Dalam pernyataan bersama, Tiongkok dan Pakistan menegaskan bahwa upaya menciptakan perdamaian jangka panjang harus berlandaskan pada Piagam PBB serta hukum internasional.

Kunjungan Ishaq Dar ke Beijing berlangsung setelah sebelumnya ia mengadakan pertemuan dengan para menteri luar negeri dari Arab Saudi, Mesir, dan Turki. Pertemuan tersebut membahas berbagai upaya untuk menghentikan konflik yang dipicu oleh serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Ketegangan yang meningkat memunculkan kekhawatiran terkait dampak konflik yang lebih luas, termasuk potensi gangguan terhadap lalu lintas maritim di Selat Hormuz.

Sebagai salah satu mitra utama Iran, Tiongkok hingga kini belum mengumumkan bantuan militer, namun terus menyerukan gencatan senjata.

Sementara itu, Iran menolak mengakui adanya perundingan resmi dengan Amerika Serikat, meskipun dilaporkan telah memberikan tanggapan terhadap proposal perdamaian yang diajukan Washington melalui Pakistan. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 3 =