TEHERAN, suarabersama.com – Pemerintah Iran menyatakan kapal-kapal yang tidak dianggap bermusuhan tetap dapat melintasi Selat Hormuz, dengan syarat tidak terlibat dalam aksi yang merugikan Teheran.
Pernyataan itu disampaikan melalui misi diplomatik Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Iran menegaskan, kapal asing masih bisa memperoleh jalur aman selama mematuhi aturan keselamatan serta berkoordinasi dengan otoritas setempat.
Ketegangan Masih Tinggi
Kebijakan ini muncul di tengah eskalasi konflik kawasan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak akhir Februari lalu.
Serangan militer yang terus berlanjut dilaporkan menimbulkan korban jiwa di kedua belah pihak. Iran juga melancarkan serangan balasan ke sejumlah target di kawasan Teluk yang terkait dengan kepentingan militer AS.
Dampak ke Energi Global
Situasi tersebut berdampak langsung pada aktivitas di Selat Hormuz, jalur vital yang biasanya dilalui sekitar 20 juta barel minyak per hari. Sejak awal Maret, perlintasan di kawasan ini dibatasi, memicu gangguan distribusi energi global.
Akibatnya, biaya pengiriman meningkat dan harga minyak dunia terdorong naik. Kondisi ini turut memperbesar ketidakpastian pasar energi internasional, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada impor minyak. (kls)



