Suara Bersama

KNPB Tolak Seruan Penyatuan Gerakan, Dinamika Internal Kelompok Papua Mencuat

JAYAPURA , suarabersama.com – Wacana penyatuan gerakan kelompok pro-kemerdekaan Papua kembali mencuat setelah juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Sebby Sambom, menyerukan agar seluruh faksi bersatu dalam satu komando.

Dalam pernyataannya, Sebby bahkan mengusulkan pembubaran United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) guna mengakhiri perbedaan arah kepemimpinan. Ia juga mendorong agar seluruh kelompok mengakui satu figur pemimpin, yakni Benny Wenda.

Seruan tersebut muncul di tengah situasi konflik bersenjata di Papua yang disebut masih menimbulkan korban jiwa di sejumlah wilayah. Sebby menilai perpecahan internal justru melemahkan perjuangan dan berdampak pada menurunnya dukungan internasional.

Dinamika Kepemimpinan Jadi Sorotan

Menurut Sebby, dualisme kepemimpinan di tubuh ULMWP menjadi salah satu penyebab melemahnya konsolidasi gerakan. Ia menyinggung adanya perbedaan pandangan dengan kubu yang dipimpin Manasseh Tabuni.

Ia juga mengungkapkan bahwa isu tersebut pernah dibahas dalam pertemuan di Bangkok pada 2023, namun belum menghasilkan kesepakatan yang menyatukan seluruh pihak.

Seruan Persatuan Tuai Penolakan

Meski demikian, gagasan penyatuan di bawah satu komando tidak serta-merta diterima semua pihak. Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dilaporkan menolak rencana tersebut, menandakan masih kuatnya perbedaan sikap di antara kelompok-kelompok pro-kemerdekaan.

Kepala Staf Umum TPNPB, Terianus Sato, turut menegaskan pentingnya mengesampingkan ego masing-masing kelompok demi mencapai tujuan bersama. Ia juga mengingatkan agar tidak muncul gerakan-gerakan baru yang justru memperkeruh situasi.

Fragmentasi Dinilai Pengaruhi Dukungan Eksternal

Perpecahan di internal kelompok dinilai berdampak pada berkurangnya simpati dari negara-negara di kawasan Melanesia. Beberapa pihak disebut mulai menarik dukungan di forum internasional akibat tidak adanya satu suara dari kelompok Papua.

Situasi ini menunjukkan bahwa selain dinamika konflik di lapangan, persoalan konsolidasi internal juga menjadi tantangan besar bagi kelompok pro-kemerdekaan Papua dalam memperjuangkan agenda politik mereka. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 − six =