Suara Bersama

Pertamina Siagakan 57 SPBU 24 Jam di Bali Jelang Nyepi dan Mudik Lebaran 2026

Jakarta, Suarabersama.com – Perusahaan energi milik negara Pertamina Patra Niaga menyiapkan sebanyak 57 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang beroperasi selama 24 jam di Bali guna melayani kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Nyepi serta arus mudik Idul Fitri tahun 2026.

“Kami memastikan pasokan dan distribusi energi tetap terjaga sepanjang periode Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Manager Komunikasi, Relasi dan CSR Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Ahad Rahedi di Denpasar, Bali, Kamis.

Ia menjelaskan pihaknya telah memastikan seluruh fasilitas serta lembaga penyalur energi di Bali berada dalam kondisi optimal dan siap memberikan layanan kepada masyarakat selama periode hari besar keagamaan tersebut. Kesiapan itu juga didukung dengan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) yang bertugas mulai 9 Maret hingga 1 April 2026.

Secara keseluruhan, jumlah SPBU yang beroperasi di Bali mencapai 214 unit. Selain itu terdapat empat unit SPBU Nelayan yang turut melayani kebutuhan bahan bakar bagi sektor perikanan. Distribusi energi juga didukung oleh 146 unit Pertashop, 16 stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE) subsidi, serta empat SPBE non-subsidi.

Tidak hanya SPBU, terdapat pula 37 agen liquefied petroleum gas (LPG) yang beroperasi selama 24 jam dari total 124 agen LPG subsidi dan 23 agen LPG non-subsidi yang tersebar di Pulau Dewata.

Perusahaan BUMN di sektor minyak dan gas tersebut juga telah melakukan langkah antisipasi terkait ketersediaan stok dan distribusi energi agar tetap dalam kondisi aman, seiring proyeksi peningkatan konsumsi menjelang dua perayaan besar keagamaan yang waktunya berdekatan.

Berdasarkan proyeksi konsumsi selama periode Satgas, penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin (gasoline) di Bali diperkirakan meningkat sekitar 5,5 persen dari rata-rata konsumsi harian yang mencapai 3.129 kiloliter.

Sementara itu, konsumsi solar (gasoil) diprediksi menurun sekitar 10,7 persen dari rata-rata konsumsi harian 654 kiloliter. Penurunan ini diperkirakan terjadi karena adanya pembatasan operasional kendaraan angkutan barang bertonase besar selama masa arus mudik Idul Fitri.

Adapun konsumsi LPG di Bali diperkirakan meningkat sekitar 2,2 persen dari rata-rata konsumsi harian sebesar 960 metrik ton.

“Selain stok yang aman, kami juga memperkuat berbagai layanan tambahan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih nyaman selama perjalanan,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Pertamina juga menyiapkan layanan antar BBM darurat menggunakan motor atau PDS Motorist sebanyak delapan unit di Bali, serta empat unit truk tangki siaga untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan.

Selain itu, disiapkan pula satu unit layanan MyPertamina melalui fasilitas SerambiMyPertamina di jalur mudik. Layanan ini menyediakan berbagai fasilitas tambahan bagi pemudik seperti ruang istirahat, klinik mini, hingga area bermain anak.

Berdasarkan proyeksi mobilitas masyarakat secara nasional, puncak pergerakan diperkirakan terjadi dalam empat fase, yakni dua periode puncak arus mudik dan dua periode puncak arus balik.

Arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026 serta 18–19 Maret 2026, sedangkan arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × three =