Suara Bersama

Respons Pihak Istana Kepresidenan soal Teror Terhadap Ketua BEM UGM

Jakarta,Suarabersama.com – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons teror yang dialami Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto usai Tiyo menyuarakan problem dari peristiwa tewasnya siswa sekolah di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kalau teror kita enggak tahu siapa yang meneror, ya,” kata Prasetyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Prasetyo mengatakan, Istana tidak tahu identitas pihak yang meneror Tiyo. Namun, Prasetyo menegaskan bahwa kritik sebenarnya sah-sah saja.

“Tapi kalau berkenaan dengan apa yang disampaikan karena kebetulan kami juga lulusan dari UGM, gitu. Dulu juga pernah aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa ya. Menyampaikan kritik atau masukan itu selalu saya kami sampaikan bahwa itu sah-sah saja,” ujar Prastyo.

Mensesneg: Sampaikan pendapat dengan sopan

Selain itu, Prasetyo juga mengingatkan bahwa adab ketimuran dan etika perlu dikedepankan saat menyuarakan sesuatu.

“Jadi menyampaikan pendapatnya enggak ada masalah, tapi caranya itu kan juga itu perlu menjadi pelajaran bagi kita semua, gitu. Misalnya, hindarilah menggunakan kata-kata yang tidak sopan atau kurang baik, gitu.

Ini berlaku untuk siapapun ya, tidak hanya untuk adik saya yang dari BEM UGM, gitu,” kata Prasetyo.

Yang pasti, Prasetyo menekankan, negara menjamin kebebasan berpendapat warga.

Menurut dia, warga harus menyampaikan pendapat secara arif dan bijaksana. “Maka sekali lagi yang bisa kita sarankan ya sampaikanlah dengan arif, caranya, jalurnya yang bijak dan pemilihan diksi mungkin juga itu penting kan kita mau menyampaikan sesuatu ya mesti juga memilih diksi yang tepat, supaya itu juga menjadi bahan pembelajaran, kan.

Kan pengennya kan memberikan masukan itu kan seperti itu,” tutur Prasetyo.

Sementara itu, saat ditanya perihal teror yang dialami Tiyo, Prasetyo tidak menjawab secara tegas.

“Loh, kan tadi terornya ya sesuatu yang berbeda, gitu,” imbuhnya.

Ketua BEM UGM diteror

Sebelumnya, Ketua BEM UGM Yogyakarta Tiyo Ardianto, mengaku mendapatkan teror seusai menyuarakan kasus anak bunuh diri di NTT.

Ketua BEM UGM diteror dengan berbagai ancaman, penguntitan, hingga pemotretan dari pihak tak dikenal selama 9-11 Februari 2026. Salah satu teror yang dialaminya adalah mendapatkan ancaman penculikan melalui sebuah pesan dari nomor tak dikenal. “Saya mendapat pesan dari nomor tidak dikenal yang mengancam mau menculik,” ucapnya kepada Kompas.com, Jumat (13/2/2026).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − 3 =