Jakarta, suarabersama.com – Survei terbaru Indikator Politik Indonesia menempatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai lembaga yang paling dipercaya masyarakat. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menanggapi hasil ini dengan sikap terbuka dan mengapresiasi kepercayaan publik tanpa berambisi mengejar popularitas.
Kepercayaan Publik sebagai Cermin Interaksi Langsung
Menurut Maruli, kepercayaan bukan sekadar angka statistik, melainkan buah dari interaksi langsung antara prajurit TNI dan masyarakat. Dari perbatasan hingga pelosok desa dan kawasan rawan bencana, prajurit hadir sebagai bagian dari kehidupan warga, bukan hanya sebagai aparat keamanan.
“Prajurit TNI tersebar di tengah masyarakat, hidup, bekerja, dan berinteraksi langsung dengan rakyat,” kata Kasad. Kehadiran nyata ini memungkinkan masyarakat menilai sikap dan pengabdian prajurit tanpa perantara narasi politik.
Kepercayaan sebagai Amanah, Bukan Kebanggaan
Meski bangga dengan posisi teratas dalam survei, Maruli menekankan bahwa kepercayaan adalah amanah besar yang harus dijaga dengan kerja nyata, disiplin, dan profesionalisme. Ia mengingatkan bahwa satu kesalahan kecil bisa berdampak signifikan pada citra TNI yang telah dibangun.
Tantangan dan Ekspektasi Kedepan
Kasad juga mengakui tantangan yang makin kompleks, karena selain fungsi pertahanan, TNI turut aktif dalam operasi kemanusiaan, penanggulangan bencana, dan pengamanan agenda nasional strategis. Ekspektasi publik yang tinggi menuntut TNI tetap netral, konsisten, dan profesional dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Survei Indikator: Cerminan Hubungan Negara dan Rakyat
Survei Indikator Politik Indonesia memotret kepercayaan publik di tengah berbagai dinamika nasional, termasuk isu ekonomi dan keamanan. TNI dianggap sebagai institusi yang stabil dan konsisten dalam menjalankan tugasnya, sehingga mampu menjaga kedekatan dengan akar rumput.
Bagi Jenderal Maruli, hasil ini bukan akhir, melainkan pengingat untuk terus merawat kepercayaan rakyat dengan kehadiran nyata—sebagai penjaga dan pelayan bangsa, bukan sekadar simbol kekuasaan. (kls)



