Jakarta, Suarabersama.com – Pesawat jenis Cessna bernomor registrasi PK-SNR milik PT Smart Air Aviation dengan rute penerbangan Tanah Merah–Danawage/Koroway Batu dilaporkan menjadi sasaran penembakan di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu (11/2).
Kepala Biro Humas dan Data Kemenko Polkam, Kolonel Inf Honi Havana, membenarkan adanya laporan insiden tersebut.
“Kemenkopolkam sudah mendapatkan info awal, sedang dilaksanakan pengecekan lebih lanjut, menunggu info yang lebih detail dari Satuan Kewilayahan setempat,” kata Honi saat dikonfirmasi.
Menindaklanjuti kejadian itu, aparat Polda Papua bersama Satgas Operasi Damai Cartenz langsung diterjunkan ke lokasi penembakan di Bandara Koroway Batu.
Wakapolda Papua sekaligus Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani, turun langsung memimpin tim penanganan ke lokasi kejadian.
“Sehubungan dengan kejadian tersebut, Polda Papua telah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz dan akan mengirimkan tim yang akan dipimpin oleh Bapak Wakapolda Papua,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito kepada wartawan, Rabu (11/2).
Cahyo menjelaskan bahwa peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 11.00 WIT di Bandara Korowai Batu, Distrik Kombai. Pesawat tersebut sebelumnya lepas landas dari Bandara Tanah Merah pada pukul 10.35 WIT. Namun, sesaat setelah mendarat, pesawat langsung diserang tembakan dari arah hutan di sisi bandara.
Fakta-fakta Penembakan Pesawat di Boven Digoel
1. Pilot dan Kopilot Tewas
Peristiwa penembakan ini menewaskan pilot dan kopilot pesawat. Beberapa jam setelah kejadian, keduanya yang diketahui bernama Capt. Egon E dan Capt. Baskoro dinyatakan meninggal dunia.
“Pada pukul 13.27 waktu Indonesia Timur, Polres Boven Digoel telah mendapat informasi adanya korban jiwa akibat penyerangan yaitu dua orang yang diduga adalah pilot dan kopilot,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito.
Sebelum dinyatakan meninggal, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyebut pilot dan kopilot sempat mengirim sinyal darurat melalui perangkat GPS. Pesan itu dikirim sesaat setelah pesawat berhasil mendarat sekitar pukul 11.05 WIB. Tak lama kemudian, tembakan kembali diarahkan ke pesawat dari kawasan hutan.
Isir menambahkan seluruh penumpang bersama kru langsung keluar dari pesawat dan berupaya menyelamatkan diri. Sementara itu, Brigjen Faizal Ramadhani menyampaikan bahwa pilot dan kopilot yang berusaha menyusul penumpang justru terus menjadi sasaran tembakan.
2. Seluruh Penumpang Selamat
Sebanyak 13 penumpang, termasuk satu balita, dipastikan selamat dalam peristiwa ini. Mereka berhasil melarikan diri ke area hutan di sekitar bandara.
“Info lapangan, semua penumpang dalam keadaan selamat: 13 penumpang termasuk satu balita,” ujarnya.
3. Serangan dari Arah Hutan
Penembakan diketahui berasal dari sisi samping bandara, tepat dari arah hutan, sesaat setelah pesawat mendarat.
Bersamaan dengan roda pesawat menyentuh landasan, tembakan dilepaskan ke arah pesawat, membuat situasi menjadi panik. Pilot, kopilot, dan penumpang berhamburan menyelamatkan diri.
“Pada saat mendarat mendapat penyerangan berupa penembakan ke arah pesawat dari arah hutan samping areal bandara,” kata Cahyo. (*)



