Jakarta. suarabersama.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa setiap langkah dan kontribusi Indonesia di Gaza, Palestina, akan tetap mengacu pada komitmen mendukung perdamaian yang adil dan berkelanjutan melalui Solusi Dua Negara.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan, wacana partisipasi pasukan Indonesia dalam upaya perdamaian di Gaza saat ini masih berada pada tahap pembahasan. Menurutnya, keterlibatan tersebut juga harus sejalan dengan prinsip-prinsip misi pemeliharaan perdamaian yang selama ini menjadi pegangan Indonesia.
“Setiap kontribusi Indonesia akan dilandaskan pada komitmen untuk mendukung perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina, sesuai dengan Solusi Dua Negara,” ujar Yvonne di Jakarta, Selasa malam.
Belum Ada Keputusan Final Soal Teknis Penugasan
Terkait rencana pengiriman pasukan, Kemlu menyatakan belum ada keputusan final mengenai rincian teknis, termasuk jumlah personel, jadwal penugasan, maupun lokasi penempatan.
Yvonne menambahkan, pendekatan Indonesia akan menitikberatkan pada perlindungan warga sipil, dukungan kemanusiaan, serta membantu proses rekonstruksi Gaza. Peran yang disiapkan, kata dia, akan memiliki batas yang jelas dan bersifat non-ofensif.
Sebelumnya pada hari yang sama, Kemlu juga menyampaikan bahwa Indonesia tengah mempersiapkan opsi pengiriman pasukan keamanan ke Gaza melalui skema International Stabilization Force (ISF).
Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela menyebut proses persiapan sedang berjalan, namun timeline dan jumlah pasukan masih belum ditetapkan.
“Untuk proses persiapan memang dilakukan, tetapi timeline dan jumlahnya belum definitif,” kata Vahd. (kls)



