Suara Bersama

Edukasi Digital: 5 Ciri Love Scam yang Sering Terjadi di Aplikasi Kencan

Jakarta, Suarabersama.com – Mencari pasangan secara online kini menjadi pilihan banyak orang dan sudah dianggap wajar. Pertemuan lewat media sosial maupun aplikasi kencan sering kali menghadirkan pengalaman yang menyenangkan, penuh perhatian, dan terasa intens. Kamu bisa merasa istimewa, dipahami, bahkan diyakinkan bahwa ada seseorang yang selalu hadir untukmu.

Namun, tidak semua hubungan romantis di dunia maya berakhir bahagia. Di balik sikap manis dan perhatian berlebih, love scam kerap menyamar sebagai hubungan yang tampak meyakinkan. Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini. Berikut lima ciri pasangan online yang patut diwaspadai sebagai love scam.

1. Komunikasi sangat cepat dan terasa terlalu sempurna
Love scam biasanya diawali dengan pendekatan yang sangat intens. Baru berkenalan, tetapi pasangan online langsung membanjiri perhatian, pujian, dan kata-kata manis. Kamu dibuat merasa menjadi sosok paling penting dalam hidupnya.

Ungkapan rasa sayang bahkan cinta sering muncul terlalu cepat, padahal kalian belum saling mengenal secara mendalam. Hubungan yang terasa sempurna sejak awal perlu diwaspadai, karena kedekatan emosional yang sehat sejatinya membutuhkan proses dan waktu.

2. Selalu menghindari pertemuan langsung atau video call
Pasangan online yang tulus umumnya tidak keberatan menunjukkan dirinya secara nyata. Sebaliknya, pelaku love scam sering menghindari video call atau pertemuan langsung dengan berbagai alasan, seperti kamera bermasalah, sinyal buruk, atau jadwal yang selalu padat.

Foto-foto yang dikirimkan pun kerap terlihat terlalu rapi dan profesional, bahkan menyerupai stok foto atau hasil mengambil gambar orang lain. Jika hubungan sudah berjalan lama tetapi kamu tak pernah melihatnya secara langsung, ini menjadi tanda bahaya.

3. Kisah hidup penuh drama untuk menarik empati
Love scam sering dibalut dengan cerita hidup yang menyedihkan atau penuh konflik. Pasangan online bisa mengaku sebagai duda, janda, tentara di luar negeri, pebisnis, atau seseorang dengan nasib yang terus-menerus sulit.

Cerita tersebut dibuat untuk membangun rasa iba dan kedekatan emosional. Kamu perlahan ditempatkan sebagai satu-satunya orang yang memahami dan mendukungnya. Jika drama terus berulang dan terasa seperti pola, bukan kebetulan, sebaiknya kamu lebih waspada.

4. Mulai membawa pembicaraan ke soal uang atau bantuan finansial
Tahap paling berisiko muncul ketika urusan keuangan mulai dibicarakan. Setelah kepercayaan terbentuk, pasangan online perlahan mengungkap kesulitan finansial, bisnis yang bermasalah, atau kondisi darurat.

Permintaan bantuan bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari transfer uang, investasi bersama, meminjamkan akun, hingga pengiriman hadiah. Semua dikemas dengan janji masa depan dan rasa percaya. Jika cinta diukur dari seberapa besar bantuan finansial yang kamu berikan, itu adalah sinyal bahaya serius.

5. Membuatmu menjauh dari keluarga dan teman
Pelaku love scam kerap berusaha menjadi satu-satunya pusat perhatian emosionalmu. Secara perlahan, mereka dapat membuatmu menjauh dari orang-orang terdekat dengan menyebut bahwa pendapat orang lain tidak memahami hubungan kalian atau hanya ingin merusaknya.

Jika kamu mulai enggan bercerita kepada keluarga atau teman karena takut hubungan terganggu, ini patut dicurigai. Isolasi emosional adalah salah satu pola manipulasi yang paling sering digunakan. Hubungan yang sehat justru membuat hidup lebih terbuka, bukan semakin tertutup.

Love scam memang tidak selalu terlihat mencurigakan sejak awal. Justru karena dibungkus perhatian, empati, dan romantisme, banyak orang terjebak tanpa sadar. Oleh sebab itu, tetaplah berhati-hati dan jaga kewaspadaan saat menjalin hubungan di dunia digital. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × three =