Suara Bersama

Menlu Sugiono Pantau Intensif Kasus Penyanderaan WNI di Afrika Tengah

Jakarta, Suarabersama.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI masih terus menelusuri kondisi dua dari empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) penangkap ikan dan diculik oleh kelompok bersenjata di perairan lepas pantai Gabon, Afrika Tengah. Hingga saat ini, keberadaan serta kondisi kedua WNI tersebut belum dapat dipastikan.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyampaikan bahwa pemerintah masih melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan kasus penyanderaan tersebut. Berbagai jalur komunikasi dan koordinasi dibuka untuk memperoleh informasi terbaru terkait para korban.

“Ya, ini kita lagi terus memantau perkembangannya dan saya juga mencoba untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Tiongkok. Terus terang sejauh ini juga kita belum tahu nasib yang dua, tapi kita akan coba cari jalur untuk bisa cari tahu kondisinya seperti apa,” ujar Sugiono, di ruang Palapa, Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Januari 2025.

Sugiono menambahkan bahwa perwakilan Indonesia di kawasan Afrika Tengah telah dikerahkan untuk memantau situasi secara langsung. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaounde, Kamerun, terus melakukan pemantauan dan menyampaikan laporan perkembangan secara berkala kepada pemerintah pusat.

“Saya kira perwakilan kita di KBRI Yaounde juga sudah terus memonitor situasi ini. Saya menunggu laporannya setiap jam, setiap ada update,” kata Sugiono.

Namun demikian, terkait identitas dan daerah asal para WNI yang menjadi korban penculikan, Sugiono mengaku hingga kini pihaknya belum memperoleh data lengkap.

“Belum tahu,” ujarnya singkat saat ditanya mengenai asal para WNI tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI telah mengonfirmasi terjadinya pembajakan terhadap kapal penangkap ikan IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828) di perairan Ekwata, Gabon, pada 11 Januari 2026. Dalam insiden tersebut, sembilan awak kapal dilaporkan diculik oleh kelompok pelaku pembajakan, termasuk empat warga negara Indonesia.

Berdasarkan keterangan tertulis Kemlu RI pada Rabu, 13 Januari 2026, kapal tersebut membawa total 12 awak. Sementara itu, tiga awak kapal lainnya, termasuk dua WNI, dilaporkan berada dalam kondisi aman dan masih berada di kapal yang sama. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − one =