Suara Bersama

Menlu Sugiono Tegaskan Komitmen Indonesia Jaga Stabilitas di Tengah Geopolitik Global

Jakarta, Suarabersama.com – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, melontarkan peringatan serius terkait situasi geopolitik global terkini. Dalam Taklimat Pers Awal Tahun 2026, ia menilai dunia saat ini tengah berada dalam kondisi “ruang abu-abu” yang berisiko tinggi, seiring semakin terpinggirkannya hukum internasional dan norma global.

Sugiono menilai, situasi tersebut dipicu oleh rapuhnya tatanan dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara. Pelanggaran terhadap hukum internasional kian sering terjadi tanpa konsekuensi yang jelas, sehingga garis pemisah antara keadaan damai dan konflik menjadi semakin kabur.

Ia menjelaskan bahwa kondisi ruang abu-abu tersebut muncul akibat melemahnya multilateralisme yang perlahan digantikan oleh pendekatan berbasis kekuatan. Dampaknya, kepercayaan terhadap sistem global terus terkikis dan menciptakan ketidakpastian di berbagai kawasan dunia.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Indonesia menegaskan tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Namun demikian, Sugiono menekankan bahwa diplomasi Indonesia ke depan harus berpijak pada kesiapsiagaan, kewaspadaan, serta pendekatan yang realistis.

Indonesia, menurutnya, harus mampu menentukan arah kebijakan sendiri agar tidak sekadar menjadi objek dalam pertarungan kepentingan kekuatan global. Ia juga menekankan pentingnya membangun ketahanan nasional yang dinamis, mengingat ancaman saat ini tidak lagi bersifat tunggal, melainkan kompleks dan multidimensional.

“Pertanyaannya bukan lagi berpihak ke mana, melainkan bagaimana memperkuat ketahanan nasional dan mampu menentukan arah sendiri. Dalam situasi ini negara yang tidak punya strategi akan terseret, dan negara yang tidak punya ketahanan akan menjadi objek. Indonesia tidak boleh berada di posisi itu,” ujar Menlu Sugiono.

Meski menghadapi situasi global yang kian keras, Indonesia tetap berkomitmen mendorong penyelesaian konflik secara damai, menjaga penghormatan terhadap hukum internasional, serta memperkuat diplomasi sebagai instrumen utama dalam meredakan ketegangan global. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 3 =