Suara Bersama

TNI AL Dirikan Posko Kesehatan di Aceh, Layani Pengungsi Banjir 24 Jam

Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) mendirikan Posko Kesehatan di area pengungsian Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Aceh, sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak bencana. Posko ini mulai beroperasi pada Senin, 8 Desember 2025, dan menjadi pusat layanan medis utama bagi para pengungsi yang mengalami beragam keluhan kesehatan.

Pendirian posko tersebut dilakukan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) yang terdiri dari Satgas Gulbencal Korps Marinir, KRI dr. Soeharso (SHS)-990, Satgas Kesehatan TNI AL, serta relawan sipil dari Petualang Rescue.

Selain melayani di lokasi posko, tim medis juga melakukan pendekatan aktif dengan menyambangi rumah-rumah warga secara door to door. Dalam prosesnya, petugas bahkan harus menyeberangi sungai untuk menjangkau permukiman yang tidak dapat diakses kendaraan. Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, tindakan pengobatan, hingga pemberian obat gratis.

Satgas Kesehatan yang dikerahkan terdiri dari 14 personel kesehatan TNI AL, enam personel kesehatan dari KRI dr. Soeharso-990, serta 19 tenaga kesehatan dari Marinir. TNI AL juga mengaktifkan sistem evakuasi medis berupa ambulans dan helikopter medis yang berada di KRI SHS-990.

Berdasarkan data lapangan, sebagian besar warga yang datang ke Posko Kesehatan mengalami penyakit kronis seperti jantung, paru kronis, stroke, serta diabetes. Selama masa bencana, mereka mengalami hambatan untuk mengakses fasilitas kesehatan guna melanjutkan pengobatan rutin.

Sementara itu, sejumlah pengungsi lainnya mengalami gangguan kesehatan akibat dampak langsung bencana, seperti diare, demam, batuk pilek, dan penyakit kulit.

Pendirian Posko Kesehatan ini menjadi implementasi langsung instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) agar masyarakat Aceh dan sekitarnya tetap mendapatkan layanan medis yang memadai di tengah situasi darurat. Kehadiran posko diharapkan mampu mengurangi beban para pengungsi sekaligus menekan risiko penularan penyakit di area pengungsian. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + fifteen =