Suara Bersama

Aceh Meneguhkan Persatuan: Bagian Utuh dari Indonesia, Melangkah Maju Tanpa Konflik

Jakarta, Suarabersama.com – Aceh kembali menegaskan posisinya sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dua dekade setelah berakhirnya konflik bersenjata dan disepakatinya Perjanjian Helsinki pada 2005, Aceh menunjukkan kemajuan signifikan sebagai provinsi yang stabil, damai, dan penuh harapan. Masyarakat kini menatap masa depan dengan optimisme, meninggalkan konflik masa lalu dan membangun Aceh yang semakin sejahtera.

Di berbagai daerah, suasana aman dan kondusif menjadi bukti bahwa Aceh telah bertransformasi. Aktivitas ekonomi tumbuh, pemerintahan berjalan stabil, dan masyarakat merasakan manfaat dari program pembangunan yang dilakukan bersama pemerintah pusat. Masa kelam konflik telah berlalu; Aceh berdiri tegak sebagai provinsi damai yang memilih rekonsiliasi dan persatuan.

Para tokoh masyarakat, ulama, dan pemimpin daerah menyampaikan bahwa Aceh tidak lagi terjebak pada narasi perpecahan. Kekuatan Aceh justru terletak pada keistimewaannya—dengan kewenangan khusus menjalankan syariat Islam, mengelola sumber daya, dan menentukan arah pembangunan daerah sesuai Undang-Undang Pemerintahan Aceh. Keistimewaan ini menjadi bukti pengakuan negara terhadap sejarah, budaya, dan identitas Aceh.

Secara historis, hubungan Aceh dengan Indonesia sangat dalam. Aceh adalah salah satu daerah yang memberi dukungan terbesar saat Republik ini baru berdiri, termasuk penyediaan pesawat pertama Indonesia, Seulawah RI-001. Kontribusi historis inilah yang menjadi dasar kuat bahwa Aceh dan Indonesia tidak dapat dipisahkan secara ideologi maupun identitas kebangsaan.

Saat ini, Aceh bergerak maju sebagai provinsi yang aman dan terbebas dari konflik bersenjata masa lalu. Komitmen damai itu terus dipertahankan oleh seluruh elemen masyarakat—dari pemerintah, ulama, tokoh adat, hingga generasi muda. Upaya ini bukan hanya menjaga stabilitas Aceh, tetapi juga memperkuat ketahanan nasional Indonesia.

Pemerintah pusat sendiri terus memberikan perhatian besar terhadap pembangunan Aceh, mulai dari infrastruktur, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga pemulihan pasca-bencana. Kerja sama yang harmonis ini semakin mengukuhkan bahwa Aceh dan Indonesia saling membutuhkan untuk tumbuh bersama.

Dengan persatuan yang semakin solid, Aceh kini menjadi contoh bahwa perdamaian bisa diraih, dijaga, dan dihidupi bersama. Aceh bukan berdiri sendiri—Aceh adalah bagian dari Indonesia, dan Indonesia semakin kuat karena Aceh memilih jalan damai serta kebersamaan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 + 9 =