Suara Bersama

Menjaga Indonesia dari Ancaman Komunis: Persatuan Nasional Jadi Benteng Utama

Jakarta, Suarabersama.com – Dalam upaya memperkuat ketahanan nasional dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berbagai elemen bangsa kembali menegaskan bahwa komunisme merupakan ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan menjadi ancaman bagi persatuan nasional. Penegasan ini mengemuka dalam sejumlah kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan yang digelar oleh pemerintah bersama organisasi masyarakat dan kelompok pemuda di berbagai daerah.

Sejumlah narasumber dalam kegiatan tersebut menekankan bahwa sejarah kelam gerakan komunis di Indonesia—terutama peristiwa pemberontakan G30S/PKI—menjadi pengingat penting tentang bahaya ideologi yang berupaya menghapus Pancasila serta menggantinya dengan sistem politik yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa. Karena itu, kewaspadaan terhadap berkembangnya kembali paham komunis, baik secara terbuka maupun terselubung, perlu terus dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat.

Para penggiat kebangsaan juga mengajak generasi muda untuk memahami konteks sejarah bangsa secara objektif, agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang mencoba memutarbalikkan fakta ataupun menyebarkan propaganda ideologi terlarang. Upaya literasi sejarah dan penguatan karakter kebangsaan dinilai penting untuk membentengi masyarakat dari ancaman ideologi yang dapat memicu perpecahan.

Pemerintah menegaskan bahwa aturan terkait pelarangan ideologi komunisme, marxisme, dan leninisme telah diatur jelas dalam TAP MPRS Nomor XXV/1966, yang hingga kini masih berlaku. Penegakan aturan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab negara untuk memastikan stabilitas nasional dan mencegah munculnya kembali gerakan yang berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.

Di tengah derasnya arus informasi global dan perkembangan teknologi digital, para tokoh masyarakat mengingatkan bahwa infiltrasi ideologi dapat terjadi melalui berbagai saluran, termasuk media sosial. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, dan komunitas masyarakat dianggap sangat penting dalam memperkuat ketahanan ideologi bangsa.

Dengan semangat persatuan dan kesadaran sejarah, masyarakat Indonesia diharapkan terus menjaga Pancasila sebagai pedoman hidup serta mempertahankan prinsip kebangsaan yang telah menjadi fondasi kokoh berdirinya Republik Indonesia. Komunisme dinilai tetap menjadi ancaman ideologis, sehingga kewaspadaan kolektif menjadi kunci untuk melindungi masa depan bangsa.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × four =